Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Cappadocia Day 2: On the Hot Air Balloon

Untuk postingan hari kedua kami di Cappadocia, saya membagi menjadi dua bagian ya. Bagian yang pertama adalah pengalaman kami naik balon udara pertama kali, di Cappadocia pula. Seru abis! Bagian yang kedua adalah tentang serunya green tour yang kami ikuti pada hari yang sama dengan naik balon udara.

Sky of Cappadocia - www.jmswnr.com

Menyambung cerita kami sebelumnya, akhirnya kami deal paket balon udara + green tour di hotel kami sendiri seharga 160 euro per orang. Malam hari sebelumnya kami diingatkan oleh hotel kami untuk bersiap-siap jam 5 pagi karena akan dijemput untuk naik balon udara dan melihat sunrise. Kami bertiga pun memutuskan untuk tidur lebih awal.

In the morning

Golden Hours, diambil dari balon udara

Golden Hours di Cappadocia, diambil dari balon udara

Paginya, kami dijemput pukul 5 pagi di depan hotel kami. Langit masih gelap karena saat itu masih musim gugur mendekati musim dingin sehingga matahari terbit sekitar jam 7 pagi. Dengan sedikit terkantuk-kantuk dan kedinginan, kami pun naik mobil van yang membawa kami ke sebuah restoran lokal untuk menikmati sarapan. Ternyata bukan hanya peserta dari travel agent kami. Hampir semua travel agent membawa peserta mereka yang memesan paket balon udara untuk sarapan di restoran itu. Vanvan pun parkir berjejer di pelataran restoran itu.

Kompor Gas Balon Udara

Kompor Gas Balon Udara

Soal makanannya, sangat sederhana. Hanya beberapa lembar roti tawar dengan minuman panas seperti kopi dan teh saja. Setelah selesai sarapan, kami pun dipanggil berdasarkan nama dan dikelompokkan ke dalam unit-unit. Kami bertiga (dan beberapa tamu lainnya) mendapatkan unit nomor lima, dengan seorang pilot balon udara yang saya sudah lupa namanya 😁 .

Kemudian setelah pembagian unit selesai, tiba-tiba ketua travel tadi (yang membagi unit) dibisikkan sesuatu oleh asistennya. Dia langsung meminta agar setiap dari kami duduk lebih dulu, dan jangan naik mobil dulu. Katanya angin masih sangat kencang di atas sana. Kita harus tunggu sampai angin agak reda dulu. Beresiko kehilangan momen sunrise juga kalau misalnya kita naiknya telat. Dienggg..!! Sedikit takut mendengarnya (takut batal, bukan takut masuk angin), tapi yah berdoa saja supaya naik balon udaranya tetap sesuai rencana.

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya ketua tersebut memberi instruksi kepada kami untuk mengikuti pilot kami masing-masing dan naik van menuju titik balon udara. Karena balon udara sangat besar, tentu membutuhkan ruang yang sangat besar juga untuk proses pompanya. Oleh karena itu setiap tamu naik van masing-masing menuju titik balon udara masing-masing yang tersebar agak berjauhan.

Menaiki balon udara untuk pertama kali

Safety Procedure Balon Udara

Safety Procedure Balon Udara

Turun dari van, beberapa peserta langsung berlarian menuju balon udara yang saat itu masih sedang dipompa. Sedangkan Lukman dan Sam masih santuy foto-foto dengan latar balon udara. Sampai di keranjang balon udara tersebut, saya baru sadar… “Oh.. ternyata mereka berlarian ke balon udara agar bisa dapet slot terbaik.”

Jadi sebuah keranjang balon udara itu dibagi ke dalam 9 slot kecil. 1 slot di tengah yang paling luas berisikan “kompor” balon udara, tabung gas, pilot, dan asistennya. 8 slot lainnya yang disekat untuk tamu. Masing-masing slot diisi 4 orang dengan ruang gerak yang cukup prihatin. Kami hanya bisa berdiri di dalam slot tersebut, tidak bisa duduk, jongkok, atau apapun.. Slot terbaik yang jadi rebutan? Tentu saja 4 slot terluar di kiri kanan keranjang. Sayangnya karena terlambat gara-gara foto, kami dapat slot tepat di sebelah kompor. Panas juga.

Oh ya, sebelum balon diterbangkan, pilot mem-briefing kami dengan beberapa safety procedure. Apa yang harus kami lakukan, posisi seperti apa ketika mendarat, dan berbagai himbauan dan larangan lainnya. Selesai itu, let’s fly!

Fly me across Cappadocia

Amazing View from Hot Air Balloon in Cappadocia - www.jmswnr.com

Balon udara mulai diterbangkan. Pilot kami dengan cekatan membawa balon kami naik makin tinggi ke atas. Telinga kami mulai budeg, sensasinya seperti naik lift dengan kecepatan tinggi di sebuah gedung pencakar langit. Mulanya kami mengira di atas bakal dingin banget, tapi ternyata tidak. Mungkin dikarenakan antara kami terbakar dengan semangat yang sangat excited, atau posisi kami yang berdekatan dengan kompor balon udara.

Amazing Cappadocia - www.jmswnr.com

Bukit Cappadocia yang tiada duanya

Balon udara naik semakin tinggi. Pemandangan yang kami lihat semakin menakjubkan. Kami dibawa terbang melintasi Cappadocia dengan berbagai pemandangan yang menakjubkan dan indah tiada taranya. Bukit-bukit bebatuan dengan corak dan pola indah. Kami melintasi Rose Valley, Love Valley.. Ternyata dinamakan Love Valley karena bebatuannya menjulang, mirip dengan ehmm..penis.

Kemudian dari atas kami juga bisa melihat matahari terbit dari ufuk timur, menciptakan warna keemasan yang cantik pada langit. Cahaya perlahan menyinari daratan di bawahnya, menambah ajaibnya pemandangan di Cappadocia ini.

Amazing View from Hot Air Balloon Cappadocia - www.jmswnr.com

Pemandangan menakjubkan dari udara

Di udara sendiri, kami menyaksikan ratusan balon udara mengapung. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Berlatar langit biru yang keemasan, membuat sebuah pemandangan luar biasa yang takkan bisa ditemukan di belahan dunia manapun selain di Cappadocia.

Total kami terbang selama 1.5-2 jam (dengan terus berdiri di slot kecil berdesakan dengan 3 orang lainnya). Tapi kami tidak menyesal. Malah kami begitu berbahagia menyaksikan pemandangan dan merasakan sensasi yang entah kapan lagi akan kami ulangi seperti ini lagi.

Almost-champagne toast

Certificate of Hot Air Balloon - www.jmswnr.com

Setelah lama di udara, kami pun hendak mendarat. Ternyata proses pendaratan balon udara ini tidak mudah loh, dan cukup rumit. Para penumpang harus berjongkok ketika keranjang balon udara hendak mendarat. Sekitar ada enam orang kru dan sebuaChampagne Toast - www.jmswnr.comh truk trailer dikerahkan untuk membuat balon udara mendarat dan membawanya.
Setelah turun, kami langsung disuguhkan semacam sparkling juice – sebagai pengganti champagne. Seharusnya memang setiap peserta bersulang dengan champagne beneran, tapi di antara para peserta ada anak-anak juga, akhirnya mereka menggantinya dengan sparkling juice. Tidak ada yang keberatan. Setelah bersulang, kotak tip pun diedarkan, dan masing-masing dari kami dipanggil untuk diberikan selembar sertifikat bahwa sudah pernah terbang naik balon udara di Cappadocia. Seru kan?

Next on: Berkeliling Cappadocia dengan green tour

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cappadocia Day 2: On the Hot Air Balloon