Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Pesona Derawan (part 3) – dan video, dan juga rincian biaya

Lanjutan dari post sebelumnya, inilah highlight destinasi yang kami kunjungi selama di Derawan dan pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan lainnya. Di akhir postingan ini seperti biasa saya juga akan menjabarkan rincian biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan ini.

Pulau Spongebob yang Aduhai

Pulau Manimbora

Nama resminya pulau Manimbora sih. Pulau ini tidak berpenghuni, kecil, tapi cantik sekali. Dengan hamparan pasir kekuningan dengan latar belakang laut dan langit biru, dihiasi oleh pepohonan kelapa yang kehijauan. Cantik dan indah sekali! Terpencil, tapi sangat sangat fotogenik.

Kebetulan hari itu jadwal kami adalah makan siang di pulau ini. Tapi tepat di siang bolong, matahari sedang terik-teriknya, sedangkan di pulau hanya ada tempat berteduh yang terbatas, sehingga kami semua memutuskan makan siang di dalam kapal saja….. kecuali satu orang: Gea.

Gea tanpa basa basi langsung membawa bekalnya dan duduk di pantai pulau Manimbora ini dan menikmati makan siangnya.. di bawah terik matahari jam 12 siang yang sedang hothotnya! Wow.. salut banget deh, Gea!

Pasir Gusung

Pasir Gusung

Yang ini seperti pulau pasir timbul, alias pulau yang terbentuk bila air laut sedang surut dan bagian dangkalnya (berupa pasir) membentuk sebuah pulau mini. Pasir gusung ini letaknya dekat sekali dengan pulau Derawan, bahkan kita bisa melihat pulau Derawan dari pasir gusung ini. Kondisi tempatnya sama juga dengan pulau Manimbora, bahkan lebih parah karena tidak ada tempat berteduh sama sekali. Minta ampun panasnya.

Whale shark di Talisayan

Agenda hari ketiga diawali dengan berburu whale shark. Eits.. maksudnya berburu foto-foto dan melihat ikan paus ini. Perjalanan dari pulau Derawan ke titik untuk Talisayan ini memakan waktu dua jam dan harus berangkat pagi-pagi sekali. Tapi sepertinya hari itu kurang beruntung karena tidak ada seekorpun whale shark yang kami jumpai. Menurut TL, malam itu sedang bulan purnama, sehingga laut lebih terang dari biasanya. Laut lebih terang artinya tidak banyak ikan, dan para bagan (nelayan) tidak beroperasi. Tidak banyak ikan juga berarti tidak ada whale shark. Akhirnya kami langsung menuju ke destinasi selanjutnya.

Labuan Cermin – bagaikan cermin raksasa

Labuan Cermin

Labuan Cermin ini menjadi bagian dari pulau Kalimantan, bukan seperti Kehe Daing yang terletak di pulau sendiri. Untuk mencapai danau ini (err.. bukan danau sih ya.. tapi ya sudahlah saya sebut danau saja), kami harus pindah ke kapal yang lebih kecil di pelabuhan. Labuan Cermin juga merupakan danau yang unik karena merupakan air payau: air di atas tawar, sedangkan air di bawah asin.

Labuan CerminDanau ini benar-benar cantik! Sungguh cantik! Airnya jernih dan bening sekali, sehingga pantulan pemandangan alam di air seperti pantulan di cermin. Kami pun diajak berfoto di salah satu spot terbaik di sana. Karena masih pagi, kami masih sendirian dan suasana masih sepi sehingga kami tidak berebut spot dengan grup lain. Foto di spot ini benar-benar luar biasa! Saking jernihnya air, kami sampai bisa melihat ke dalamnya dan memberikan kesan seolah-olah kapal kami melayang.

Kami pun menghabiskan waktu setengah hari di sana untuk berfoto-foto di bawah air dan bermain air. Hari semakin siang, dan semakin banyak pula rombongan yang berdatangan. Oya, kami dilarang memakai sunblock ketika berenang di sini loh. Tujuannya untuk menjaga agar air Labuan Cermin tetap bersih dan tidak tercemar bahan kimia.

Rincian Biaya Trip Derawan

Underwater Labuan Cermin

 

Mungkin bagian inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh para pembaca blogku ini. 😀 Berikut saya jabarkan biaya yang kami keluarkan per orang untuk trip ke Derawan ini ya, lengkap dengan makannya. Tapi pengeluaran seperti membeli oleh-oleh tidak saya masukkan di sini.

  • Tiket pesawat pp Surabaya – Tarakan: 2,700,000,-
  • Open trip 4D3N Indonesia Juara Trip: 2,500,000,- (aslinya 3 juta, tapi ada promo cashback)
  • Hotel transit di Tarakan (Padmaloka Hotel) per orang: 250,000,-
  • Makan di Tarakan 2x (lunch dan dinner): 200,000,-
  • Taksi dan tiket tempat wisata selama di Tarakan: 80,000,-

Taksi dari dan ke bandara Surabaya: 100,000,-

Total biaya selama 5 hari 4 malam: Rp. 5.830.000,-. Okelah untuk sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan kenangan foto-video yang luar biasa.

More stories about ,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesona Derawan (part 3) – dan video, dan juga rincian biaya