Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Pesona Derawan (part 1)

Derawan

Tahun ini kelihatannya memang sudah takdirku untuk jalan-jalan hanya di dalam negeri aja nih. Secara ekonomi sedang kurang bagus, pemasukan berkurang, dan berbagai kebutuhan lainnya mencegah sementara keinginanku untuk keliling luar negeri. Jadi yah.. jalan-jalan di negeri kita tercinta ini juga bagus koq.

Dan pilihan untuk pertengahan tahun ini: Derawan. Salah satu destinasi yang masuk bucket list ku, yang sudah dari 7-8 tahun lalu kepingin ke sini sejak menonton salah satu tayangan adventure di TV swasta.

Senangnya lagi, kali ini saya berangkat tidak sendirian. Saya berangkat bersama tiga orang teman kocak lainnya: Lukman, Samuel, dan Paul. Berempat daripada repot, memutuskan untuk memakai jasa tur lokal yang kami temukan di instagram: @indonesiajuaratrip. Sebelumnya, kami sempat galau memutuskan untuk memakai jasa open trip Indonesia Juara Trip (IJT) atau travel satunya. Akhirnya setelah pertimbangan quick respond dan quotation yang lebih meyakinkan, kami pilih Indonesia Juara Trip. Open trip artinya kami berangkat dan melakukan tur bersama dengan peserta lain. Yah mirip-mirip tur luar negeri lah. Kalau biasanya saya yang jadi TL (tour leader), kali ini saya jadi pesertanya. 🙂

Perjalanan menuju Derawan

Berangkat ke Derawan

Berempat, kami berangkat dari Surabaya, transit di Balikpapan, menuju Tarakan. Tiba di Tarakan kami dijemput oleh tim IJT dan langsung menuju pelabuhan Tengkayu. Dari pelabuhan ini, peserta dari kota lain yang sudah berkumpul bersama kami berempat langsung bertolak ke Derawan naik speedboat. Perjalanan laut selama 3 jam ini bisa dikatakan sebagai salah satu perjalanan termabuk. Bagaimana tidak, arus gelombang laut yang kurang bersahabat dipadu dengan laju speedboat yang kencang. Alhasil selama 3 jam kami terbanting-banting di kapal sambil menahan pusing dan pipis.

Tiga jam yang penuh siksaan telah berlalu, dan akhirnya kami tiba di Eliana Water Cottage, guesthouse yang akan menjadi “rumah” kami selama 4 hari 3 malam ke depan. Tiba di sana, lengkaplah sudah formasi open trip IJT kami. Total kami ada bersepuluh orang. Mas Chandra dan mba Shabrina yang dari Jakarta, Rere yang dari Pontianak dengan pacarnya Matthias, si bule Swiss. Kemudian ada Ocha dan Gea, serta kami berempat. Tak disangka ternyata para peserta open trip ini sangat menyenangkan loh. Semua dari kami suka bercanda, membaur satu sama lain, tidak ada yang eksklusif. Benar-benar fun! Oya, trip kali ini dipandu oleh dua orang TL yang luar biasa yaitu bang Tegar dan Fariz, serta ada juga abang motorist yang selalu membawa kami kemana-mana dengan ABK-nya, Black. Ada juga pak Abidin yang dengan sabar menjaga kita ketika sedang snorkeling dan foto-fotoin kita dengan gopro.

Derawan hari pertama – Senja yang indah

Monumen Derawan

Setelah sesi perkenalan dan pembagian kamar, kami pun kemudian diajak berkeliling pulau Derawan dengan menggunakan sepeda. Sewa sepeda di sini hanya dua puluh ribu untuk seharian. Murah kan?

Sunset di DerawanTujuan pertama kami adalah pantai Derawan. Di pantai ini pohon-pohon kelapa tumbuh subur dan pantainya juga bersih dan indah. Ada juga monumen tulisan Derawan yang dijadikan sebagai objek foto yang membuktikan bahwa kami sudah sampai di Derawan loh. Di pantai ini, kami berfoto-foto sampai sore hingga menjelang matahari terbenam, barulah kami pindah ke spot berikutnya yaitu dermaga.

Sunset bisa terlihat jelas dan sangat indah dari dermaga. Pemandangan langit senja yang keemasan menjelang terbenamnya matahari, ditambah dengan semburan awan di langit yang indah, menjadikan kami berlama-lama untuk bersantai di dermaga ini. Tak lupa kami semua berebut berfoto untuk mengabadikan momen sunset di Derawan ini sambil berkenalan satu sama lain. Seru sekali.

Dan setelah matahari terbenam, kami pun kembali ke guesthouse, mandi dan bersiap-siap untuk makan malam. Dan selesailah hari pertama kami di Derawan(bersambung)

More stories about ,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesona Derawan (part 1)