Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Kuliner yang Tak Kalah Menarik di Jepang

Selain Michelin star ramen Nakiryu yang saya coba, saya juga mencoba beberapa kuliner Jepang yang tak kalah menariknya loh… Ada beberapa yang saya dapat dari tur saya, ada beberapa yang saya beli / makan sendiri. Inilah beberapa kuliner khas Jepang yang tidak kalah menariknya dari Nakiryu Ramen.

Gyukatsu Motomura

Gyukatsu Motomura

Hari pertama saya mendarat di Osaka, saya langsung hunting restoran ini. Maklum, hari pertama justru hari dimana saya sebagi tour leader bisa free :D. Saya langsung mengunjungi Gyukatsu Motomura cabang Namba Osaka ini. Letaknya tidak jauh dari stasiun Namba, dan cukup mudah ditemukan.

menu Gyukatsu MotomuraSaya memesan menu paling mahal dan mendapatkan dua potong steak sapi yang digoreng setengah matang. Cara memakannya adalah, potongan steak dioleskan saus kecap (yang disuguhkan) dan dibakar di tungku di depan. Setelah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, daging bisa langsung disantap dengan nasi. Satu set menu terdiri dari satu/dua potong katsu sapi, nasi putih, salad, kuah, dan saos-saosnya. Ada juga grated yam (ubi parut) dengan menambah 100 yen saja.

Soal rasa, Gyukatsu Motomura ini memang top abis! Dagingnya tidak bikin eneg, rasanya pas, dan porsinya juga pas. Dan yang lebih mengejutkan, saya diajak mengobrol oleh kokinya loh… dalam bahasa Indonesia!! Ternyata beliau juga bisa bahasa Indonesia sedikit, dan menanyakan darimana saya bisa tahu restoran mereka. Saya jawab aja, dari internet. šŸ˜€

Tips: Restoran buka jam 11 siang. Saya sudah mengantri sejak jam 10.30 dan mendapatkan antrianĀ pertama. Selanjutnya di belakang saya antrian sudah mengular panjang. Datanglah lebih pagi untuk menghindari antrian.

Pablo

New Pablo Tart

Salah satu cake iconic Jepang yang sudah buka di Indonesia ini adalah Pablo. Karena penasaran, akhirnya saya membeli sebuah varian cake ukuran kecil-nya Pablo yang baru saja diluncurkan (masih ada labelnya “New“). Harganya sekitar 500 yen. Kue ini serasa pie atau cheese tart. Bagian atasnya terdiri dari lapisan yang sangat enak: ada kombinasi asam dan manisnya. Porsi satu tart ini pas untuk satu orang (atau bisa juga dibuat sharing berdua). Dan seperti biasa, membeli Pablo harus antri cukup panjang. Salah satu camilan yang wajib dicoba saat ke Jepang.

Haagen Dazs

Haagen Dazs Story Time

Di Jepang, harga es krim merk ini lebih manusiawi daripada di Indonesia. Untuk sebuah cup kecil sekitar 200 yen saja. Tapi yang menarik adalah rasanya yang bermacam-macam, yang tidak ada di belahan dunia lain, apalagi Indonesia. Saya membeli Haagen Dazs yang rasa Story Time. Es krimnya enak, tidak terlalu manis sekali, namun rasanya sungguh sangat enak dan berbeda. Kombinasi rasa antara seperti teh dan biskuit. Ada juga rasa yang lain yang pastinya tidak akan kamu temukan di Haagen Dazs Indonesia.

Tips: Di Jepang, hindari makan sambil berjalan karena menurut anggapan orang sana tidak sopan. Duduklah, atau berdiri saja ketika menikmati es krim atau makanan apapun.

Sushi Set Menu

Sushi Set Menu

Ini salah satu makan siang yang disediakan oleh tur saya. Saya mencicipi sushi set menu ini di restoran Kyo Suishin yang berlokasi di Kyoto. Satu set menu terdiri dari 7 potong sushi (ada salmon, tuna, yellowtail, dan sebagainya), kacang edamame sebagai side dish, dan tempura udang dan ubi. Sekedar informasi, kualitas seafood di Jepang ini tidak perlu diragukan lagi kesegarannya. Sekalipun sushi mentah, tapi rasanya tidak amis sama sekali! Dicocol dengan sedikit wasabi dan soyu, dimakan di mulut.. hmmm… rasanya kenyal, dan nikmat sekali! Memang menikmati sushi harus di negara asalnya sendiri ya…

Japanese Traditional Set Menu

Japanese Traditional Set Menu

Ini juga salah satu menu yang disediakan oleh tur saya di Lake Ashi, Hakone. Satu set menu masakan tradisional Jepang ini merupakan favorit para peserta saya. Terdiri dari semangkuk kecil sayur, acar Jepang, ikan bakar, sup labu, tempura ubi, dan udon hotpot. Rasanya seperti masakan rumah yang sederhana… sangat “ringan” dan nikmat sekali. Makanan yang diolah dengan begitu baik, tidak berminyak, segar, dan “bening”. Tidak heran kalau orang Jepang badannya langsing-langsing semua. Selain banyak jalan, makanannya juga sehat, tidak berminyak, tidak mengandung MSG.

Ichiran Ramen

ichiran Ramen

Salah satu ramen paling terkenal yang sering dimampiri turis dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Makan ramen ini di cabang manapun selalu antri ya… Konsep restoran Ichiran Ramen ini termasuk unik karena desainnya yang berbilik-bilik. Memang dirancang seperti itu untuk para jomblo bisa menikmati makan meskipun sendirian (ouch…).

Setelah duduk, biasanya kita disodorkan dua lembar kertas. Kertas pertama untuk modifikasi ramen kita sesuai permintaan, mulai dari kepekatan kuahnya, banyaknya bawang putih, tingkat kepedasan, daun bawang atau tidak, dan lain sebagainya. Lembar kedua adalah bila kita hendak menambah side dish seperti telur atau jamur.

Rasa ramen ini memang enak. Saya paling suka dengan kuahnya. Dagingnya juga tidak pelit, cukup banyak. Tidak mengherankan restoran ini selalu penuh pengunjung. Bahkan ada juga ramen Ichiran yang dijual dalam bentuk instan (dalam packaging kotak). Cobalah Ichiran Ramen mumpung selagi di Jepang. Antri tidak masalah, karena biasanya antriannya cepat koq.

Hinoya Curry

hinoya Curry Akihabara

Restoran kari Jepang yang terletak di area Akihabara ini saya datangi sendiri di hari kedua saya di Tokyo. Ketika saya menanyakan rekomendasi nasi kari mana yang enak kepada teman Jepang saya, dia menjawab di Cocoichiban. Setahu saya, Cocoichiban merupakan restoran franchise yang bahkan sudah membuka cabang di Singapura. Di Jepang juga terdapat banyak restoran kari yang memiliki citarasa Eropa (yang lebih manis). Tapi tidak. Saya ingin mencicipi kari khas Jepang yang autentik, rumahan, dan lebih tradisional. Pilihan saya: Hinoya Curry.

Terletak di salah satu jalan kecil di Akihabara, restoran ini tampak sederhana dari luar. Saya masuk dan memesan nasi kari dengan ukuran medium, yang ternyata ukurannya sudah sangat banyak. Karinya enak, pekat, tidak terlalu manis atau asin. Tidak bikin eneg juga. Katsu-nya sendiri juga empuk dan gurih. Oya, untuk topping-nya yang tersedia di setiap meja (yang seperti kremesan) itu juga enak banget. Karinya pas sekali dihidangkan dengan cabe bubuk dan kremesan itu.

Hinoya Curry Akihabara

Bagi yang mau nyoba gimana rasanya nasi kari Jepang yang lebih tradisional, silakan datang ke Akihabara, gudangnya para restoran kari yang mantap! Hinoya CurryĀ adalah salah satu restoran kari yang saya rekomendasikan!

Ekstra: Super Potato Akihabara!

Super Potato Akihabara

Sebenarnya Super Potato ini bukan restoran, bukan juga tempat kuliner. Tapi tempat ini cukup menarik untuk dikunjungi ketika berada di Akihabara. Letaknya dekat sekali dengan Hinoya Curry. Super Potato ini terletak di lantai 3-5 sebuah rumah di dekat Hinoya Curry. Isinya penuh dengan game/konsol nostalgia! Lantai 3 ada jual kaset Super Nintendo, nanobeads dan pernak-pernik games retro lainnya. Lantai 4 ada kaset Gameboy, PS 1 dan 2, dan banyak pernak-pernik juga. Sedangkan lantai 5 terdapat belasan mesin dingdong klasik yang masih bekerja dengan mulus. Per kali main 100 yen saja. Saya mencoba King of Fighther, cuma sepertinya tingkat kesulitannya sudah diatur sampai maksimal sehingga tidak sampai 5 menit main saya sudah game over. Mungkin ini salah satu strategi agar pemain “setor” uang terus ya ke mesinnya. Bagi pecinta games klasik, Super Potato salah satu tempat yang worth visit bila sedang mengunjungi Akihabara ya.

Super Potato Akihabara

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kuliner yang Tak Kalah Menarik di Jepang