Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Nikmatnya Ramen berbintang Michelin di Tokyo

Kepergianku ke Jepang kali ini adalah ketiga kalinya, dan kali ini saya menunaikan tugas saya sebagai seorang tour leader. Yang beda juga pada keberangkatanku kali ini adalah masalah finansial. Yap, kali ini dengan budget yang terbatas dan uang yang dibawa juga terbatas.

Queue Nakiryu Michelin star ramen TokyoSaya memang memutuskan untuk tidak shopping berlebihan, bahkan kalau bisa tidak shopping sama sekali lebih baik. Hahaha… Jadinya dengan sendiri uang yang saya bawa untuk menikmati kuliner saja di Jepang. Keberangkatanku yang sebelum-sebelumnya, saya tidak begitu meng-explore kuliner di Jepang yang katanya enak-enak. Maklumlah, budget terbatas, makan harian aja pikir dua kali. Kali ini, saya mau makan enak!

Setelah tanya teman dan browsing sana-sini, atas usul teman saya, saya disuruh mencoba kuliner di Jepang yang mendapat peringkat Michelin star. Michelin sendiri adalah sebuah organisasi yang memeringkat hotel dan restoran di seluruh dunia, yang terkadang disebut juga Michelin Guide. Petugas yang menjajal sebuah restoran atau hotel disebut inspector, dan biasanya melakukan review secara diam-diam dan tidak diketahui hotel atau restoran yang di-review.

Di Tokyo sendiri terdapat banyak restoran murah dan mahal yang mendapatkan peringkat bintang dari Michelin Guide ini. Nah, kepergianku ke Jepang kali ini salah satunya adalah mencicipi restoran berbintang ini.

Nakiryu

Papan nama Nakiryu yang sederhana

Papan nama Nakiryu yang sederhana

Setelah browsing dan tanya sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk menikmati ramen di Nakiryu, salah satu restoran ramen kedua di Tokyo yang mendapatkan bintang Michelin. Letaknya sekitar 5 menit berjalan kaki dari stasiun metro Shin-otsuka (naik Marunochi Line). Letaknya di pojokan salah satu jalan, dan hanya terpasang sebuah papan sederhana bertuliskan Nakiryu dalam bahasa Jepang dan tulisan latin.

Saat itu, saya sudah tiba di Shin-otsuka pukul 11 siang, dan saya mampir ke minimarket sebentar untuk membeli payung karena cuacanya hujan deras di Tokyo hari itu. Sampai di depan Nakiryu, dienggg.. ternyata antriannya sudah panjang mengular. Restoran belum juga buka tapi antrian sudah mencapai sisi seberang jalan di restoran. Sekitar 30 orang rela dengan sabar menunggu di bawah derasnya hujan.

Antrian sudah mengular bahkan sebelum buka

Antrian sudah mengular bahkan sebelum buka

Karena sudah sampai di sini, dan lagian saya tidak ada keperluan apa-apa hari itu di Tokyo akhirnya saya mengantri juga. Mengantri, dan terus menunggu, sambil dingin-dinginan di bawah curahan hujan di Tokyo. Akhirnya setelah 2 jam persis, tiba giliran saya masuk juga.

Ruarrr biasa..!!

Eksterior restoran ramen yang mendapatkan peringkat Michelin ini biasa saja. Sebuah pintu kaca dengan plang nama kayu terpampang di luar. Interiornya juga sederhana. Setelah melewati pintu kaca, pelanggan diharuskan memesan makanan dan membayar di vending machine di sebelah pintu masuk. Tempat duduk yang tersedia hanya berkapasitas 10 orang, membentuk setengah lingkaran mengelilingi konter penyajian makanannya. Sangat khas Jepang.

Saya memesan ramen tantanmen pedas seharga ¥1,400, menu paling mahal yang ada di daftar menu. Menu ini saya mendapatkan semangkuk mie ramen dengan kuah pedas dan potongan daging cincang di dalamnya. Sedangkan untuk toppingnya, disuguhkan di piring terpisah: sebutir telur rebus, potongan daging bebek dan babi, dumpling (siomay) ayam udang, sebutir bakso, dan sayuran hijau. Cara memakannya tiap orang berbeda-beda. Kalau saya sendiri, saya lebih suka mencampur kesemuanya ke dalam mangkuk ramen dan menikmati toppingnya dalam keadaan “becek”. Ada juga yang lebih suka memakan toppingnya terpisah.

Nikmatnya semangkuk ramen mahal

Nikmatnya semangkuk ramen “mewah”

Soal rasa, apakah ramen ini lebih enak dibanding ramen lainnya yang pernah kumakan? Jawabannya jelas. Bahkan lebih enak daripada ramen lainnya yang pernah saya cicipi di Jepang.

Rasa kuahnya sangat “rich”. Dan meskipun saya memesan yang pedas, tapi tidak sampai membuat diriku megap-megap seperti mie pedas pada umumnya. Agaknya supaya kita juga bisa merasakan nikmatnya kuah ramen dan tidak “tertutup” oleh rasa pedas.

Mie nya halus, lembut. Toppingnya nikmat dan segar. Tapi kelezatan utamanya sebenarnya adalah di kuah ramen itu sendiri. Di dasar mangkuk terdapat banyak cincangan daging yang nikmat dan lezat. Mungkin inilah mengapa rasa kuah ini begitu gurih dan lezat. Untuk toppingnya sendiri, saya paling suka adalah irisan dagingnya. Sangat tipis, sangat lembut, dan rasanya enak.

Nakiryu adalah ramen yang terbaik yang pernah saya nikmati selama saya di Jepang. Tidak sia-sia saya mengantri selama dua jam di bawah hujan dan cuaca yang dingin. Menikmati semangkuk ramen panas dan pedas ketika cuaca hujan benar-benar nikmat luar biasa! Satu kenikmatan yang tidak akan terlupakan bagiku.

Daftar menu Nakiryu

Daftar menu Nakiryu

Nakiryu

Japan, 〒170-0005 Tokyo, Toshima City, Minamiotsuka, 2 Chome−34−4 SKY南大塚

Open hours
Mon-Sat: 11.30am-3pm & 6-9pm
Sun: 11.30am-3pm

How to get there: jalan kaki 5 menit dari stasiun metro Shin-otsuka, satu stasiun sebelum/sesudah Ikebukuro dengan Marunochi Line.

Menu andalan: Tantanmen dengan kaldu biasa ataupun pedas.

Tips: usahakan datang jam 11 dan mulai mengantri, bahkan sebelum restorannya buka. Saat weekend adalah saat terpadat. Dan restoran ini hanya menerima antrian yang makan terakhir jam 3 sore. Jadi bila kamu datang jam 2 sore dan masih ada antrian, kemungkinan tidak bisa makan karena jam 3 mereka sudah tutup.

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nikmatnya Ramen berbintang Michelin di Tokyo