Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Mau Ke mana Lagi? – Ep.3

Tahun 2019 ini bukan tahun yang tepat untuk berjalan-jalan. Padahal masih ada beberapa destinasi idaman tapi belum bisa dijalani tahun ini. Mengapa? Apa alasannya?

Jawabannya adalah karena tidak ada uang.

Yeah, as simple as that. Tahun-tahun sebelumnya, kerjaan saya lancar. Pemasukan saya bisa disisihkan sedikit untuk traveling hemat, bahkan bisa ke beberapa tempat. Tapi tahun ini… Kombinasi antara tahun politik, pemilu, konflik setelah pemilu, kekhawatiran kerusuhan, tidak stabilnya politik mempengaruhi stabilitas ekonomi pula.. Orang-orang menahan untuk tidak berbelanja, pasar lesu, ekonomi melemah, dan sebagainya, dan sebagainya… (Koq jadi malah curhat ya?)

Tapi tidak ada uang bukan berarti tidak bisa bermimpi. Dan mimpi traveling di tahun yang sulit ini pun tidak terlalu muluk, cukup di Indonesia saja. Yes, saya juga punya beberapa destinasi impian dalam negri loh… Contohnya:

Kepulauan Derawan

Derawan

Pertama kali saya mendengar Derawan adalah sekitar 10 tahun lalu. Kala itu saya melihat sebuah acara dokumenter traveling di salah satu stasiun televisi swasta. Saya pun langsung terkesima dengan indahnya kepulauan yang terletak di Kalimantan Utara ini. Alamnya yang (kala itu) masih belum terlalu populer, masih asri, laut yang masih terawat.. Namun kala itu akses ke Derawan masih sulit sehingga tidak begitu banyak orang yang mengunjunginya.

Barulah sekitar 3-4 tahun lalu nama Derawan ini kembali populer. Akses menuju sana sudah lebih mudah. Sudah dibangun banyak hotel dan resort untuk kunjungan turis yang memadai. Sudah banyak travel agent lokal yang membuka rute ke sana.

Untuk itulah, saya harus mengunjungi Derawan ini sebelum terlalu populer dan akhirnya habitat lautnya perlahan mulai rusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab (my eyes on you, Bunaken).

Merauke

Merauke

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Artinya kota paling ujung barat-utara Indonesia ada di Sabang, dan kota paling timur-selatan Indonesia ada di Merauke. Tahun 2011 lalu, saya pernah mengunjungi Sabang. Dan sejak saat itu saya ingin sekali mengunjungi Merauke.

Sebenarnya tahun 2018 lalu ketika saya pergi ke Raja Ampat, saya sudah hendak menyempatkan diri pergi ke Merauke. Namun membeli tiket go-show atau dadakan itu sangat mahal, bahkan dari Sorong sekalipun. Sehingga saya pun mengurungkan niat untuk melanjutkan ke Merauke.

(Apalagi awal tahun 2019 ini ada kenaikan tiket pesawat domestik ya kan? Tambah susah aja pergi ke Merauke nya… :'( )

Mengunjungi Merauke adalah impian saya. Melihat kota paling timur di Indonesia, dan pergi ke perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini merupakan salah satu bucket list saya. Yah semoga di tahun-tahun ini bisa tercapai ya.

Danau Kelimutu

Danau Kelimutu

Flores beberapa tahun belakangan ini menjadi destinasi wisata populer karena keindahan alamnya. Juga pulau Komodo yang di mana terdapat kadal-kadal raksasa yang err.. lucu? atau mengerikan…

Namun di antara teman-teman saya yang pergi ke Flores, masih sangat sedikit yang tertarik mengunjungi Danau Kelimutu. Danau ini disebut Danau Tiga Warna karena airnya berwarna merah, biru tosca, dan putih. Salah satu danau yang populer di turis mancanegara, tapi kurang populer di mata turis lokal. Padahal gunung dengan tiga warna yang berbeda ini sangat langka dan worth to visit.

Saya sendiri bukan anak gunung (dan lebih ke anak pantai). Mendaki gunung adalah aktivitas yang tidak begitu menyenangkan bagiku. Terus terang saya tidak begitu pandai naik gunung dan stamina saya payah. Tapi demi melihat keindahan danau tiga warna ini, saya rela untuk menyiapkan fisik dan finansial yang oke yaa.. Someday maybe.. someday.

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau Ke mana Lagi? – Ep.3