Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Tips Mencari Tiket Murah

Sedikit nostalgia, ketika saya masih kecil (sekitar tahun 1990an), naik pesawat itu merupakan sesuatu yang mewah, mahal, dan prestise. Harga pesawat di kala itu tidak murah, dan juga mencari tiket pesawat tidak sepraktis sekarang. Saya masih ingat orang tua saya harus pergi ke travel agent dan membeli tiket pesawat. Tiketnya pun masih terdiri dari beberapa lembar yang dijilid mirip seperti buku kuitansi.

Fast forward, di era informasi seperti sekarang ini, mencari tiket pesawat sudah sangat mudah! Setiap orang yang memiliki akses internet dan dengan menggunakan ponsel saja bisa membeli tiket pesawat. Jadwal yang ditawarkan pun bermacam-macam, dengan range harga yang bervariasi pula. Selain itu kita bisa memilih untuk menambah bagasi atau tidak, membeli makanan atau tidak, dan juga pelayanan lainnya yang ditawarkan maskapai.

Nah, dengan banyaknya pilihan yang disediakan untuk kita, bagaimana sih sebenarnya tips untuk mencari tiket pesawat murah itu? Saya membagikan beberapa cara sesuai dengan pengalaman saya ya…

Datang ke pameran

Keramaian saat Travel Fair. Foto: suarasurabaya - google

Keramaian saat Travel Fair. Foto: suarasurabaya – google

Pameran maskapai tertentu, bahkan pameran travel agent tertentu sudah marak di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Medan, dan lainnya. Biasanya ada promo cashback menggunakan kartu kredit tertentu. Saya sendiri tidak pernah merasakan cashback karena orang yang niat banget berburu cashback ini harus mengantri sejak subuh di mall (dan saya bukan tipe orang seniat ini). Pernah ada Singapore Airlines Travel Fair di Pakuwon Mall Surabaya, dan teman saya sudah antri cashback sejak pukul 4 subuh. Gila kan?

Pameran tunggal sebuah maskapai seperti Garuda Airline Travel Fair, Singapore Airline, atau Cathay Pacific di mana kita bisa mendapatkan tiket dengan harga promo. Saya membeli tiket pp Surabaya – Sorong saja hanya seharga 2.6 juta rupiah ketika pameran GATF. Murah kan?

Hindari high season

Ada 3 “kode” tanggal dalam pembelian tiket: Low season, High season, dan Blackout. Dari 3 tingkatan ini yang paling parah adalah blackout. Ini adalah hari-hari atau minggu-minggu paling ramai! Biasanya blackout date jatuh seminggu sebelum, ketika, dan sesudah libur Lebaran, Natal, dan tahun baru. Harga tiket termahal ada di blackout date ini. (Sekedar cerita, saya pernah masuk Universal Studio Singapore waktu blackout. Dan ampun!! Orangnya tumpah ruah kayak massa pendemo saja, dan di mana-mana terdengar orang bercakap bahasa Indonesia).

Kode kedua adalah High season, di mana biasanya bertepatan dengan libur musim panas (atau dingin) luar negeri, atau libur anak-anak sekolah. Biasanya high season jatuh di bulan Juni-Juli, dan awal Desember hingga Januari. Saat ini juga harga tiket sedang tinggi, meski tidak setinggi blackout date.

Yang paling aman adalah Low season, di mana tidak ada momen hari libur atau pun hari raya. Saya sendiri memiliki pekerjaan yang fleksibel (baca: pengangguran), sehingga saya bisa bepergian kapan saja selama ada uang karena tidak terikat jam kantor. Bila Anda seperti saya yang memiliki jadwal yang fleksibel, pilihlah low season ketika bepergian.

Beli tiket pp

Kebanyakan maskapai menyediakan harga khusus/promo untuk tiket pulang-pergi. Mereka kebanyakan tidak menyediakan harga promo untuk tiket one-way dan biasanya jauh lebih mahal. Bila memang waktu traveling tidak panjang, dan tidak berencana mampir-mampir, sebaiknya beli tiket pp untuk mengirit budget. Lagian beberapa tiket pp juga fleksibel seperti kita bisa turun di Tokyo dan pulang lewat Osaka, atau turun di Amsterdam dan pulang lewat Roma.

Follow akun-akun ticketing

Contoh akun traveling di Instagram

Contoh akun traveling di Instagram

Jaman sekarang jaman media sosial. Daripada kita tongkrongin setiap hari situs ticketing demi mencari tiket murah, mending langsung follow akun-akun instagram yang menyediakan jasa ticketing. Biasanya mereka mem-posting story tiket murah maskapai tertentu dan tujuan tertentu. Nah kita bisa langsung beli lewat mereka saja. Waktu ke Rusia juga saya menggunakan cara ini loh sehingga baru bisa menemukan tiket murah ke Moscow.

Additional charge

Sebenarnya bagian ini lebih ke arah tips setelah membeli tiket pesawat. Jadi bila kita sudah membeli tiket dan hendak check-in, biasanya mereka menawarkan kepada penumpang bermacam-macam in-flight service. Untuk low budget airlines seperti Air Asia, biasanya saya menambah makanan (bila perjalanan di atas 5 jam) karena makanan merupakan opsional di maskapai low budget ini. Untuk bagasi, saya hampir tidak pernah membeli karena saya selalu traveling dengan tas punggung atau koper ukuran kabin saja.

Asuransi perjalanan juga hampir saya tidak pernah ambil (kecuali untuk beberapa penerbangan yang agak “asing” saya masih memilih untuk purchase asuransi). Saya juga tidak membeli seat tertentu dan membiarkan maskapai memilihkan seat untuk saya. Tapi bila saya mendapatkan seat tengah dalam format sebaris 3 kursi, saya akan langsung membeli seat (karena saya tidak suka duduk diapit kiri-kanan).

Nah itulah kira-kira tips mencari tiket murah dari saya. Berkali-kali saya berhasil mendapatkan tiket murah dengan cara-cara di atas. Semoga bermanfaat yaa…

1 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips Mencari Tiket Murah