Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Terdampar di Kanazawa

Kanazawa Cahya District

Setelah perjalanan seharian dari Tokyo, melewati Alpen Route, turun di Toyama, akhirnya kami (saya, Hani, dan Vania) memutuskan untuk menginap 2 malam di Kanazawa. Kanazawa merupakan pintu masuk ke Shirakawa-Go, sebuah pedesaan yang dijadikan heritage site oleh UNESCO. Karena merupakan pintu masuk, kota Kanazawa cukup ramai. Sebenarnya kami telah merencanakan untuk pergi ke Shirakawa-Go juga, tapi ternyata kami tidak mendapatkan tiket bus lagi dan baru tersedia seat untuk 2 hari berikutnya. Jadilah kami terpaksa mengurungkan niat kami pergi ke salah satu tujuan wisata tercantik di Jepang ini dan terdampar di Kanazawa sehari.

Kanazawa Loop Bus

Kanazawa Loop Bus

Sebenarnya Kanazawa tidak terlalu besar kotanya. Transportasi yang tersedia pun cukup memadai. Tahun 2016 ketika kami pergi, moda transportasi yang paling bersahabat adalah loop bus. Kala itu, seingat saya,  loop bus hanya tersedia 2 jurusan: merah dan hijau. Kedua bus ini rutenya melingkar dan hanya berbeda arah saja. Misalnya bus merah dari titik A – B – C – A, maka bus hijau rutenya A – C – B – A. Mudah sekali kan? [U: saat ini 2019 saya mengecek website Kanazawa ternyata sudah ada tambahan 1 rute lagi.]

Kanazawa Station

Kanazawa Station

Turun di Kanazawa, kami langsung disambut dengan gate stasiun yang cukup cantik. Bentuknya seperti gapura yang tersusun dari dua tumpuk kayu. Landmark ini cukup menarik untuk difoto, dan tentu saja seperti kebanyakan stasiun Jepang lainnya, suasananya sangat tertib dan bersih.

Higashi dan Nishi Cahya District

Kanazawa Cahya District

Higashi artinya timur, dan nishi artinya barat. Menurut owner Airbnb tempat kami tinggal di Kanazawa, cahya district yang asli dan autentik di Jepang hanya ada dua: di Kyoto dan di Kanazawa. Kedua district cahya inilah yang benar-benar asli. Untuk di Kanazawa sendiri, cahya district ada di dua area: timur dan barat (higashi dan nishi).

Kanazawa Cahya District

Oya, cahya district ini apa sih? Cahya district adalah sebuah distrik yang terdiri dari kumpulan rumah-rumah kuno Jepang yang banyak terdapat kedai minum teh. Di sini juga terdapat para geisha atau maiko bekerja. Geisha dan maiko sendiri adalah err.. singkatnya, wanita teman minum teh. Mereka biasanya menemani para tamu minum teh, bisa menari, bisa menyanyi, dan anggun sekali kelakuannya. Bagi yang belum tahu seperti apa geisha dan maiko, bisa menonton film Memoirs of Geisha ya.. (Tidak, geisha di sini bukan band musik rock Indonesia ya..)

Cahya DIstrict di Kanazawa ini tidak sebesar yang di Kyoto, tapi kerimbunan pepohonan di sini dan adanya sebuah sungai yang mengalir di sisi distrik ini menjadikannya lebih rindang dan teduh. Di sana juga berjejer banyak rumah-rumah kuno khas Jepang yang cantik-cantik.

Kanazawa Sakekasu Ice Cream

Kanazawa Sakekasu Ice Cream

Banyak makanan ringan dan teh yang dijual di kedai-kedai di sana. Di antaranya yang saya pernah coba adalah es krim rasa sake dan es krim emas. Es krim sake ini terbuat dari campuran sisa fermentasi sake yang kemudian diolah menjadi es krim. Sedangkan es krim emas adalah es krim cone yang diberi lapisan/lembaran emas di atasnya. Banyak juga dijual kudapan-kudapan khas Kanazawa yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

Kanazawa Castle dan Kenrouken Garden

Kanazawa Castle

Rasanya tidak lengkap bila ke kota Jepang tidak mengunjungi istananya. Di Kanazawa juga terdapat istana yang areanya luas sekali, dan tentunya, taman bunga yang indah. Taman bunga ini bernama Kenrouken Garden dan terletak dekat Kanazawa Castle. Sayangnya niat kami untuk menikmati sakura di Kanazawa tidak pas waktunya. Ketika kami tiba di sana, baru saja musim sakura lewat 10 hari. Yang kami lihat hanya sisa-sisa sakura yang sedikit tertinggal di pohon. Overall, di Kanazawa Castle dan Kenrouken Garden ini area yang cocok untuk berjalan-jalan dan melihat-lihat.

Omicho Market

Omicho Market Kanazawa

Terletak di salah satu area tersibuk di Kanazawa, Omicho Market ini memiliki daya tarik tersendiri. Areanya tidak sebesar Tsukiji di Tokyo, tapi makanan segar yang dijajakan di sini cukup menarik dan memiliki keunikan tersendiri. Di sini saya mencoba makan sea urchin (bulu babi), dan beberapa hidangan seafood mentah lainnya. Rasanya? Jangan tanya. Campuran dari adrenalin karena mencoba sesuatu yang baru dan kenyal-kenyal enak di lidah. Selain makanan mentah khas Jepang, juga terdapat banyak kudapan yang enak loh. Patut dicoba, dan wajib dikunjungi bila pergi ke Kanazawa.

Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi kala itu. Di antaranya ada Ninjadera (kuil ninja) yang banyak terdapat jebakan-jebakan khas ninja di dalamnya. (Padahal tempat kami menginap dekat banget loh sama kuil ini, tapi ketika kami tiba di sana sore harinya sudah tutup.) Ada juga Nagamichi, sebuah district tempat tinggal para samurai di jaman dulunya. Tapi tempat-tempat ini belum sempat kami kunjungi. Ah, mungkin di kali berikutnya kami bisa mampir di Kanazawa ketika pergi ke Shirakawa-Go ya…

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terdampar di Kanazawa