Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Sehari di Tateyama Alpen Route

Tateyama Alpen Route

Tahun 2016 merupakan kunjungan kedua saya ke Jepang. Kali ini dalam rangka backpackeran bersama kedua teman saya Hani dan Vania. Nah, untuk yang kedua ini sengaja kami memilih rute yang agak berbeda dibandingkan trip saya sebelumnya. Kami memutuskan untuk skip rute Fuji dan lebih memilih menuju utara, menuju Tateyama Alpen Route. Singkatnya, rute kami adalah dari Tokyo – Tateyama Alpine Route – Kanazawa – Kyoto – Osaka.

Menuju Tateyama ini cukup tricky dan lebih mahal. Karena post ini saya tulis berdasarkan ingatan saya 3 tahun lalu, saya tidak ingat persis kami habis berapa per tripnya. Yang jelas, tidak murah-murah amat. Ingat, moda transportasi antar kota di Jepang itu mahal.

Kami naik JR Azusa dari Shinjuku Tokyo menuju Matsumoto, kemudian dilanjutkan naik JR Oito Line menuju ke pintu masuk Alpen Route di Shinano-Omachi. Perjalanan total kurang lebih 3.5 jam. Patut diingat kereta Jepang sangat-sangat ontime. Daripada ketinggalan kereta dan telat sampai di Alpine Route, saya sarankan untuk selalu bertanya kepada orang di mana naik kereta, kereta apa, dan lain sebagainya. Kami juga berangkat pagi-pagi dari Tokyo untuk jaga-jaga kemungkinan terburuk seperti nyasar dan lain sebagainya.

Penampakan Tiket Bus

Penampakan Tiket Bus

Oya, sangat penting untuk membeli tiket Alpen Route ini sebelumnya. Terlebih ketika saya mengecek di website resmi Alpen Route, tiket masuk sudah tidak dapat dibeli di Shinano-Omachi dan hanya bisa dibeli di kantor JR di Tokyo sehari sebelumnya. Dulu kalau tidak salah, kami pesan online sebelumnya, sehingga kami hanya membawa voucher elektronik yang kemudian ditunjukkan ke petugasnya setibanya kami di Shinano-Omachi yang merupakan pintu masuk Alpen Route dari sisi timur.

Sekali beli sudah termasuk semua rute

Jalur Tateyama Alpen Route

Jalur Tateyama Alpen Route

Ya, seperti itulah asyiknya membeli tiket di Jepang. Satu tiket sudah merupakan tiket terusan mulai dari Shinano-Omachi, menembus gunung Tateyama, hingga turun di Toyama. Harga tiket terusan kala itu 10.850 yen per orang, dan tur mulai berangkat pada pukul 10.30 dan berakhir pukul 17.26. Untuk rute lebih jelasnya silakan lihat di gambar atas.

Ogizawa

Terminal bus menuju Tateyama Alpen Route

Terminal bus menuju Tateyama Alpen Route

Dari Shinano-Omachi, kami diantarkan ke Ogizawa dengan menggunakan bus. Perjalanan sekitar 40 menit. Hingga kemudian turun di Ogizawa, kami mengantri untuk naik bus khusus yang masuk ke terowongan dalam gunung yang sangat dalam. Kiri kanan hanya terowongan yang diterangi dengan lampu. Tapi suatu pengalaman yang sangat seru loh bisa masuk terowongan buatan manusia ini. Seperti masuk ke dalam gua yang dalam.

Kurobe Dam

Kurobe Dam dengan pemandangan spektakulernya

Kurobe Dam dengan pemandangan spektakulernya

Keluar dari terowongan, kami langsung jalan naik dan makin naik menuju Kurobe Dam. Jalannya cukup jauh ya, dan terus menanjak naik tangga. Jadi siapkan staminamu ya. Oya, suhu di sana juga sangat dingin (padahal kami pergi bulan April, musim semi). Setelah naik kurang lebih 20 menit, tibalah kami di atas bendungan raksasa yang sangat-sangat cantik! Keindahan bendungan ini luar biasa indah. Gunung di kiri-kanan dengan sungai yang sangat lebar. Pemandangan yang tersaji di depan mata sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata. Belum lagi salju-salju di bulan April yang belum mencair sepenuhnya sehingga memberikan warna putih yang cantik di gunung-gunung sana.

Berada di atas Kurobe Dam

Berada di atas Kurobe Dam

Oya, di Kurobe Dam ini juga angin sangat kencang dan dingin. Bagi yang mau beristirahat, menghindari angin, atau sekedar ngopi untuk menghangatkan badan, banyak coffee shop di sana yang menyajikan makanan/minuman dengan pemandangan yang luar biasa.

Murodo

Fotonya cepat-cepat karena kedinginan

Fotonya cepat-cepat karena kedinginan

Bisa dikatakan ini merupakan “puncak” dari tur di Tateyama ini. Dari Kurobe Dam setelah naik cable car dan bus (cable car nya super cantik loh), tibalah di Murodo ini. Di Murodo ini kami diberikan waktu 70 menit untuk eksplorasi sekitar. Begitu banyak point of interest yang menarik di Murodo ini. Tapi yang paling kami ingin lihat adalah snow wall, atau tembok salju. Jadi sebenarnya kita bisa masuk menuju jalan yang diapit kiri-kanan oleh tembok salju. Sayangnya, saat itu sedang ada badai salju ringan, sehingga kabut yang ada pun sangat tebal. Jarak pandang hanya 3 meter. Bahkan wahana ski salju di sana pun ditutup karena cuaca kurang baik. Kami hanya sebentar di luar, kemudian masuk lagi saking dinginnya.

Di Murodo juga ada onsen yang tidak sempat kami coba. Juga ada beberapa pemandangan spektakuler lainnya seperti Mikurigaike yang tidak bisa terlihat karena badai salju ringan itu.

Turun dari Tateyama

Pemandangan ketika turun dari Tateyama

Pemandangan ketika turun dari Tateyama

Perjalanan ke Toyama, kota terdekat di sisi barat Tateyama Alpen Route, juga sangat menakjubkan. Sebelumnya, kami harus mengantri naik bus dari Murodo untuk turun ke Bijodaira. Antriannya cukup panjang karena waktu itu sudah sore. Perjalanan naik bus ini juga sangat luar biasa. Pemandangan sepanjang perjalanan juga bisa membuat decak kagum karena keindahannya. Salju di kiri-kanan, pemandangan putih yang cantik yang jelas tidak akan ditemui di Indonesia ini. Usahakan duduk dekat jendela untuk bisa melihat semuanya ini.

Akhirnya sekitar pukul 5 sore, kami tiba di Toyama. Toyama adalah sebuah kota kecil yang merupakan pintu masuk ke Alpen Route via barat. Kami memutuskan untuk tidak menginap di Toyama karena di kota kecil ini hampir tidak ada apa-apa. Kami pun membeli tiket JR dan meneruskan perjalanan kami ke Kanazawa, sebuah kota di barat Toyama yang harus kamu eksplor juga.

(Bersambung..)

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sehari di Tateyama Alpen Route