Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Best of 2018 (so far…)

Sebenarnya belum tahapan saya untuk membuat postingan seperti ini karena jumlah negara yang saya kunjungi masih belum terlalu banyak. Namun banyaknya teman-teman yang menanyakan bahkan ketika saya membawa tur membuat saya tergelitik untuk menuliskan postingan ala-ala ini… Hehe… So, this is Best of 2018 as far as I go

Best food: Taiwan

best of food

Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah mengunjungi pasar malam di Taipei / Kaohsiung seperti Xi Men Ding dll. Di pasar malam saya bisa mencicipi berbagai macam makanan, bahkan saya kenyang bukan karena makan berat tapi karena mencobai setiap jajanan yang saya temui di sana. Tahu busuk (ada yang digoreng kering, ada yang dimasak basah) tetap menjadi makanan favoritku selama di Taiwan. Selain itu makanan ringan seperti sate bakar, cumi bakar, ayam, hotpot, kue-kue dan lainnya tidak terlalu mahal loh. Jadi bebas untuk mencicipi sebanyak mungkin tanpa takut kantung bolong.

Best Nature: Raja Ampat Indonesia

Best of Nature

Dari sekian banyak laut yang saya kunjungi (Maldives, Karimun Jawa, Bali, Lombok, Pulau Seribu, Thailand dll), hati saya tetap bertaut kepada keindahan pantai dan laut di Raja Ampat. Indonesia patut berbangga karena memang tidak ada laut yang mampu menyaingi keindahan di negeri kita sendiri ini. Pasir yang putih bersih, air laut yang sangat jernih (bahkan kapal seperti mengapung), terumbu karang yang terawat, dan tidak banyak tangan-tangan jahil yang merusak, menjadikan Raja Ampat sebagai objek wisata alam terbaik versiku.

Best People: Taiwan

Best of people

Penduduk negara kecil ini beda sekali dengan “kakak”nya Tiongkok Daratan. Kalau di Tiongkok Daratan kebanyakan orangnya culas, licik, penuh muslihat, dan jorok, di Taiwan saya malah terkagum-kagum dengan keramahan orang-orangnya. Negara yang satu-satunya saya kebanjiran tawaran menginap Couchsurfing. Kebanyakan negara lain tidak menerima tamu secara gratis ala couchsurfing, tapi malah di Taiwan saya mendapatkan banyak sekali tawaran untuk menginap di rumah mereka. Mereka pun menjadi tuan rumah yang sangat baik, menyediakan banyak informasi, mengajak saya jalan-jalan, dan lain sebagainya. Selain baik, orangnya cantik-cantik dan ganteng-ganteng pula. Gak heran kalau orang Taiwan adalah orang teramah menurut versiku.

Best Budget Friendly: Thailand

Di negara ini expenses-nya kurang lebih hampir sama dengan Indonesia. Di sana masih dapat makanan seharga 12-20 ribu. Selain itu penginapan murah seharga 300 ribuan sudah dapat hotel kelas lumayan loh. Transpor di sana (bila harga wajar) juga terkadang lebih murah ketimbang hidup di Jakarta. Overall, di Thailand paling budget friendly deh menurutku.

Best Experience: Skydiving in Saitama, Japan

Best of experience

Pengalaman ini adalah pengalaman pertama kali terjun payung (skydiving) yang takkan terlupakan. Saya masih ingat persis betapa tegangnya saya ketika naik pesawat menuju ketinggian 4000 kaki. Kemudian pintu pesawat dibuka dan satu per satu peserta melompat dari dalam pesawat. Dan tibalah giliran saya. Saya dipaksa untuk ngesot ke pintu pesawat, duduk di pinggir pesawat, dan tiga.. dua.. satu.. lompat! Inilah pengalaman paling gila, paling menegangkan, paling menakjubkan, dan paling sulit dilukiskan dengan kata-kata!

Most Beautiful Place: Leh Ladakh, India

best of mountain

Himalaya merupakan salah satu bucket list traveling saya. Dan Himalaya di bagian India, tepatnya di kota Leh di provinsi Ladakh merupakan tempat terindah. Bak lukisan gunung-gunung dengan ujung putih seperti es krim, awan yang terasa sangat dekat, langit yang biru, pasir yang berwarna abu-abu, serta danau Pangong yang luar biasa birunya. Semua pemandangan ini tidak dapat terlukiskan dengan kata-kata namun sudah terekam sempurna dalam kenanganku. Leh Ladakh memang indah tiada tara!

Best City: Osaka, Japan

Best of city - OsakaBukan.. bukan Tokyo favorit saya melainkan kota terbesar kedua di Jepang ini yang menarik hatiku. Saya pernah terdampar luntang-lantung di Osaka selama 3 hari ketika visa Taiwan saya ditolak naik pesawat. Selain alasan sentimentil, saya juga suka vibe kota ini karena tidak sesibuk Tokyo, orangnya lebih ramah, dan biaya hidup di sini tidak setinggi Tokyo. Selain itu kebersihan, keteraturan, keamanan, semua khas Jepang sehingga membuat saya super nyaman di sini.

 

 

 

Best Country so far: Japan

Shibuya, Tokyo

Bersih, teratur, aman, rapi… inilah kesan pertama saya terhadap Jepang. Indah, berbudaya, unik.. inilah kesan berikutnya terhadap negara matahari terbit ini. Sungguh Jepang memang tiada duanya di bumi ini. Perpaduan antara kehidupan modern yang diwakili dengan majunya teknologi, dan budaya masa lampau yang dilestarikan seperti kuil dan kimono, benar-benar sesuatu yang unik yang takkan ditemui di negara lain. Kalau saya disuruh memilih saya akan kembali lagi ke Jepang.

Dan petualangan saya masih akan terus berlanjut. List ini akan saya update terus seiring dengan saya mengunjungi negara-negara baru yang (mungkin) bisa mencuri hatiku dari kota/negara di atas.

More stories about , , , ,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Best of 2018 (so far…)