Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Cara Anti-mainstream Merayakan Malam Tahun Baru di Dubai

New Year with the boys

Setelah saya mengecek postingan-postingan saya sebelumnya, ternyata saya berhutang kepada pembaca setia blogku mengenai beberapa hal yang belum sempat kuketik. Nah kali ini saya “membayar hutang” dengan membagikan pengalaman merayakan tahun baru secara anti-mainstream di Dubai.

Salah satu negara dengan kembang api dan perayaan paling spektakuler di dunia pada malam tahun baru adalah Dubai. Bayangkan, menyaksikan secara langsung kembang api dari gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, atau spektakulernya kembang api dari Jumaerah Beach dengan latar Burj Al-Arab. Makin spektakuler, makin banyak juga orang yang penasaran dan berduyun-duyun ingin menyaksikan pemandangan setahun sekali ini. Apalagi untuk kota tujuan wisata sekaliber Dubai. Wuih… dijamin bakal ramai sekali dan tumpah ruah!

Bagi yang belum tahu, kepergian saya ke Dubai kali ini adalah dalam rangka membawa rombongan tur dari Indonesia (ada di postingan saya sebelumnya), sehingga akomodasi dll ditanggung semua oleh agen perjalanan. Hanya tanggal 31 Desember ini yang merupakan free program day bagi semua peserta tur, termasuk saya sebagai tour leader (TL). Tentu saja sebagai TL, semua peserta saya bertanya kepada saya bagaimana sebaiknya merayakan tahun baru yang spektakuler di Dubai. Dan tentu saja saya sendiri juga tak ingin melewatkan serunya merayakan malam tahun baru di Dubai. Jadilah saya berdiskusi dengan tour guide saya (orang Dubai).

Dubai Marina Harbour

Dubai Marina Harbour

Menurut dia, area sekitar Burj Khalifah sudah pasti tumpah ruah dan menjadi lautan manusia. Selain itu, stasiun MRT Dubai Mall akan ditutup pada pukul 16.00 sore hari sehingga otomatis orang yang akan menuju Dubai Mall/Burj Khalifah harus turun di satu stasiun sebelum atau sesudah Dubai Mall dan jalan kaki ke sana. Kemudian, untuk jalan raya, radius 3 km (kalau saya tidak salah) sudah ditutup pukul 16.00 dan pengunjung harus parkir jauh dan berjalan kaki. Perginya sih tidak masalah. Pulangnya itu loh, pasti bakal super duper crowded. Taksi pasti tidak dapat, MRT juga pasti berdesak-desakan.

Selain masalah transportasi pergi dan pulang, masalah berikutnya adalah area Dubai Fountain itu akan ditutup untuk gala dinner bagi para pengunjung yang membeli tiket masuk ke sana. Per orang bila tidak salah sekitar USD 400 dan kuota terbatas. Tentunya ini juga bukan pilihan kami.

Dubai Marina Mall

Dubai Marina Mall

Di tengah kegalauan dan ketidakpastian untuk acara malam tahun baru nanti, siang itu tanggal 31 Desember 2018 saya dan dua keluarga dari peserta tur saya berjalan-jalan di Dubai Marina. Tiba-tiba tercetus ide dari salah seorang bapak, “Bagaimana kalau kita sewa kapal dan merayakan tahun baru di atas kapal saja?” Wah ide bagus itu. Kemudian saya pun menanyakan ke konter penyewaan kapal di area Dubai Marina. Yes, ada! Sebuah kapal muat untuk 10 orang, bisa dipakai jalan untuk malam tahun baru, menyaksikan kembang api di dua titik sekaligus (Burj Khalifah dan Burj Al-Arab) di atas laut! Jadi jelas kami melawan “arus”. Bila di darat sudah penuh, tentunya melihat kembang api dari atas kapal lebih private dan anti-mainstream. Dan akhirnya kami deal untuk menyewa kapal tersebut seharga AED 5000, atau sekitar 20 juta rupiah.

Singkat cerita, malam hari kami kemudian berkumpul di Dubai Marina pukul 22.00 untuk bersama-sama naik kapal menuju titik melihat kembang api. Pemandangan Dubai dari atas kapal sungguh luar biasa, mengingatkan saya seperti naik Singapore River Cruise. Kami bisa melihat pemandangan tata kota Dubai yang indah, dan juga Eye of Dubai yang masih setengah jadi. (Eye of Dubai adalah bianglala raksasa yang akan menjadi terbesar di dunia. Pembangunannya diperkirakan selesai tahun 2019 ini dan akan menjadi icon kota Dubai berikutnya.)

Dubai city view from sea

Dubai city view from sea

Makin jauh dari daratan, makin gelap, dan makin kencang anginnya. Beberapa dari kami langsung “berteduh” dari terpaan angin di bagian dalam kapal. Kami dibawa melewati Palm Jumeirah dan bisa melihat Atlantis Hotel dari laut. Setelah itu, pukul 12 tengah malam kurang 30 menit, kami sudah sampai di Jumeirah Beach, depan hotel Burj Al-Arab. Di kejauhan tampak Burj Khalifah menjulang tinggi dengan lampunya. Dan ternyata juga banyak kapal yang berhenti di titik ini untuk menyaksikan kembang api.

Tepat pukul 12, serentak kembang api menyala bersama-sama. Saya menyaksikan kembang api Burj Khalifah di kejauhan. Keren banget! Ada mapping-nya pula di gedungnya. Sedangkan kembang api dari Burj Al-Arab lebih banyak dan lebih lama. Burj Khalifah mungkin hanya sekitar 3 menit. Yang di Burj Al-Arab hampir 10 menit loh! Keren banget cuy! Semua peserta saya terkesima menyaksikan kembang api mewah dan berwarna-warni dari atas kapal. Tidak ada crowd, pandangan tidak terhalang manusia, dan sangat spektakuler! Benar-benar berkesan bagi kami. Sebuah pengalaman merayakan tahun baru di Dubai yang berbeda.

Fireworks at Burj Khalifah

Setelah selesai kembang api, kami pun dibawa kembali ke Dubai Marina yang ternyata banyak kapal juga hendak berlabuh. Jadinya kapal kami terjebak “macet” kapal-kapal lain yang hendak berlabuh juga. Kurang lebih jam 3 subuh kami baru merapat, dan setelah itu harus naik MRT selama 1 jam kembali ke hotel. So pasti MRT beroperasi 24 jam di malam tahun baru, tapi orang-orangnya banyak sekali! Kami bahkan harus berdesak-desakan di dalam kereta meskipun kami naik gerbong premium. Benar-benar sebuah pengalaman malam tahun baru yang tak terlupakan di Dubai!

Kapal yang kami sewa

Kapal yang kami sewa

Atlantis Hotel from sea

Atlantis Hotel from sea

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Anti-mainstream Merayakan Malam Tahun Baru di Dubai