Life of a Backpacker

Journal of A Humble Backpacker

Dubai dengan Segala Kemegahannya (part 2)

Old Dubai – Abra Water Taxi – Souk

Abra Water Taxi

Abra Water Taxi

Sisi lain dari kota Dubai yang futuristik dengan gedung tinggi ada di Old Dubai. Bangunan di sini tidak tinggi, cenderung klasik dan tua. Di sinilah sisi kota lama Dubai. Kami berkeliling dengan menggunakan bus, mengunjungi Dubai Museum yang berisikan cerita sejarah dan budaya kota Dubai dan UEA, naik Abra water taxi ke souk.

Abra water taxi ini sejenis kapal penyeberangan dari satu sisi sungai Dubai ke sisi lainnya. Biasanya digunakan oleh rakyat setempat sebagai transportasi umum untuk menyeberangi Dubai Creek. Satu kapal muat hingga dua puluh orang.Tidak ada yang spektakuler dari kapal ini. Yang seperti ini di Indonesia juga banyak.

Spice Souk

Spice Souk

Sampai di seberang, merupakan pintu masuk ke souk (pasar). Souk di Dubai terbagi dalam beberapa area yang bisa diklasifikasikan sebagai spice souk (pasar bumbu), gold souk (pasar emas), dan textile souk (pasar kain). Sesuai klasifikasinya, pergilah ke tempat yang menurut Anda sesuai kebutuhan. Saya sendiri pergi ke gold dan spice souk saja karena keterbatasan waktu.

Jangan bayangkan souk di Dubai ini semacam Grand Bazaar di Istambul ya. Lokasinya tidak terlalu besar. Kiri kanan banyak toko yang berjualan bermacam-macam bumbu dan rempah yang menurut saya sangat instagrammable. Banyak juga toko yang menjual oleh-oleh seperti kurma khas Arab yang terkenal sangat enak. Saya membeli dua bungkus besar kurma lapis coklat untuk oleh-oleh seharga kurang lebih 125,000 rupiah per bungkusnya.

Gold Souk

Gold Souk

Gold souk, well… suasananya mirip Pasar Atum di Surabaya di area jual emasnya. Sangat standar. Kiri kanannya kebanyakan toko emas dan perhiasan. Soal harga, tidaklah murah. Pintar-pintarlah menawar karena biasanya harga yang mereka buka tidak masuk akal. Bagi yang hendak membeli oleh-oleh magnet dan gantungan kunci atau hiasan Dubai, bisa di sini juga. Harga opening mereka untuk sebuah magnet kulkas adalah AED 12. Saya dan beberapa ibu-ibu peserta saya berhasil menawar hingga AED 5 per bijinya loh. Hidup ibu-ibu!

Dubai Frame

Dubai Frame

Dibuka pada tahun 2018, Dubai Frame merupakan objek wisata paling anyar di Dubai. Bentuknya seperti pigura emas raksasa dan merupakan museum lift (kalau saya tidak salah). Bagian dalam bingkai raksasa ini di-plating dengan menggunakan emas asli loh. Sedangkan bagian luar atau area yang tak tersentuh tangan manusia dibangun dengan plat berwarna emas senada sehingga memberikan kesan bingkai emas raksasa.

Pengunjung bisa naik ke bagian atas (dalam) bingkainya. Di sana terdapat lantai kaca yang langsung melihat tembus ke bawah. Uniknya lagi, dari atas sana kita bisa melihat kota lama di sisi kiri dan kota baru di sisi kanan. Sisi kiri (Dubai lama) semuanya bangunan pendek-pendek, sedangkan sisi kanan (Dubai baru) kita bisa melihat gedung-gedung pencakar langit termasuk Burj Khalifa.

Dubai Frame

Restoran Indonesia

Ini bukan merupakan tempat wisata sih, tapi menurut saya layak untuk dimasukkan ke dalam cerita ini. Hampir setiap hari peserta tour saya (dan saya sendiri) makan makanan hotel terus. Makanan yang didominasi makanan India dan Timur Tengah ini awalnya enak. Namun setelah beberapa hari akhirnya bosan juga. Kami pun rindu akan masakan tanah air seperti penyetan sambal, sup buntut dan lain sebagainya.

Untungnya agen perjalanan kami tahu sehingga pada hari kelima, kami dibawa ke salah satu restoran Indonesia di sana. “Dapoer Kita” namanya. Jangan tanya saya di daerah mana karena saya hanya duduk manis diantar supir bus. Restoran itu sangat kecil. Hanya memuat maksimal 25 orang itu pun sudah berdesak-desakan. Tapi kami sungguh suka restoran ini. Mulai dari owner, koki, hingga pelayannya semua orang Indonesia. Bahkan pelayan yang menyuguhkan makanan kami berasal dari Jawa dan telah bekerja di sana selama belasan tahun.

Kami pun disuguhkan makanan khas Indonesia yang sangat menggugah selera. Daging rendang, ayam goreng penyet lengkap dengan sambal ijonya yang pedas, tahu tempe goreng, kangkung bawang putih, dan hidangan surprise untuk kami semua: sup buntut! Kami semua makan dengan lahap. Bayangkan beberapa hari makan makanan mewah terus, ada kalanya kami merindukan masakan “rumah”. Soal rasa, benar-benar Indonesia! Ternyata hampir semua bumbu, rempah, dan bahan baku didatangkan langsung dari Indonesia. Kokinya sendiri yang orang Indonesia mengolahnya menjadi makanan ini makanan terenak selama kami di Dubai.

Desert Safari Tour

Dubai Desert

Tak lengkap rasanya bila ke Dubai tidak mengunjungi padang pasirnya yang ikonik. Pasir berwarna kuning keemasan dipadu dengan langit yang biru cerah, apalagi ketika sunset di sana. Benar-benar cantik dan luar biasa! Padang pasir Dubai (Nazwa Desert) adalah tempat favorit saya selama di Dubai. Saya hobi fotografi, dan menurut saya golden hour sebelum sunset adalah saat di mana saya bisa mendapatkan foto yang terbaik.

Untuk mencapai padang pasir ini, kita harus mem-book agen perjalanan khusus untuk desert safari (lagi-lagi saya tidak tahu berapa karena sudah dipersiapkan oleh agen perjalanan saya dari Indonesia). Perjalanan dari Dubai menuju padang pasir kurang lebih 40-60 menit dan berhenti di satu kedai kecil untuk buang air dan belanja. Saya sempat kaget ketika akan membeli es krim di sana. Karena haus dan sedang ngidam yang manis-manis, saya langsung memilih es krim sejenis Magnum-nya Indonesia. Tapi alangkah kagetnya ketika saya membayar di kasir. Harganya sebatang es krim itu AED 30 alias sekitar 120 ribuan rupiah! Astaganagaraksasa! Langsung deh saya ga jadi beli dan mengembalikan es krim itu ke kulkasnya lagi.

Dari kedai, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju padang pasir. Sebelumnya, mobil yang kami tumpangi (Landcruiser 4WD) harus dikurangi dulu tekanan bannya. Mungkin supaya bannya lebih “cokot” ke pasirnya ya karena pasir itu sangat halus dan licin.

Desert Safari

Kami pun memulai petualangan dune bashing kami, alias naik mobil 4WD dan kebut-kebutan di padang pasir. Supir di sini sudah sangat terlatih dan memiliki SIM khusus padang pasir sehingga sudah sangat ahli. Beberapa kali kami dibuat jantungan karena mobil kami nge-drift. Naik turun, dibanting kanan kiri atas bawah, serasa naik rollercoaster! Sangat menyenangkan. Namun bagi yang mabuk darat, bisa minta supirnya untuk memperlambat laju kendaraan.

Tiba di padang pasir, kami sudah disediakan banyak excursion yang kesemuanya free, sudah termasuk paket tour desert safari ini, kecuali alkohol, wine, dan jagung bakar harus bayar sendiri. Excursion yang sudah disediakan antara lain berfoto dengan menggunakan pakaian tradisional Arab (gamis putih dengan gutra dan penutup kepalanya), sand boarding (berseluncur di atas pasir), camel riding (naik unta keliling satu putaran), dan tato hena (khusus wanita saja). Minuman dingin seperti soft drink dan air mineral juga gratis. Ada juga kebab dan roti kecil sebagai cemilan sebelum makanan inti dihidangkan. Para peserta tour desert safari ini masing-masing sudah disediakan tempat tersendiri sehingga setiap orang pasti dapat tempat.

Pukul 19.00 tepat, pertunjukan dimulai dengan Tari Tanoura. Tarian ini mirip tarian sufi (yang penarinya muter-muter terus dari awal hingga akhir tarian). Bedanya yang ini lebih bervariasi dan ada sedikit teknik akrobatik di dalamnya, bahkan memanfaatkan teknologi seperti lampu yang bisa menyala di bajunya.

Setelah pertunjukkan ini, makan malam mulai dihidangkan dengan berbagai menu khas timur tengah yang menurut saya sangat enak. Sambil menikmati makan malam, pengunjung kembali dihibur dengan belly dance (tari perut) yang sangat khas. Jangan bayangkan penari yang seksi dengan perut sixpack bak foto model ya.. Untuk menjadi seorang penari perut, paling tidak perutnya sedikit “berlemak” supaya bisa err.. apa itu bahasanya.. getar-getar perutnya. Yah semacam itulah… Tapi sangat menarik menyaksikan tari perut dari negara asalnya langsung.

Selanjutnya, simak video traveling yang saya buat ketika traveling ke Dubai ya. Oya, karena banyak yang bertanya, maka saya membeberkan “dapur” pembuatan video ini. Saya menggunakan iPhone X dengan gimbal DJI Osmo Mobile 2, dan diedit dengan menggunakan software Final Cut Pro X. Sampai ketemu di Dubai!

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dubai dengan Segala Kemegahannya (part 2)