Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Tumpak Sewu, the uncomparable beauty

Air terjun Tumpak Sewu Lumajang

Perjalanan dari Malang selatan ke Tumpak Sewu di Lumajang sebenarnya mudah saja. Lewat jalan utama (jalan besar) yang penuh papan petunjuk dan kita akan tiba dalam waktu 2 jam. Tapi semua itu berubah ketika kami terlalu percaya dengan Google Maps!

Algoritma Google Maps adalah menghitung jarak tempuh terdekat dan tersingkat, tidak peduli jalan mana yang dipilih. Alhasil, kamilah yang harus menanggung akibatnya. Kami diarahkan ke jalan yang sangat kecil, masuk menembus hutan. Hari sudah mulai gelap, dan di dalam jalan hutan yang kami lewati tidak ada penerangan sama sekali. Kami sampai harus memutar beberapa kali di jalan kecil yang hanya bisa dilewati satu mobil, dan harus turun untuk bertanya kepada warga. Ingin cepat, malah tersesat. Setelah dua jam akhirnya kami baru berada di jalan utama. Sungguh, jangan percaya begitu saja dengan Google Maps ya!

Tiba di Tumpak Sewu guesthouse, kami sudah tidak ada tenaga lagi. Betapa fokus dan ketakutan kami sepanjang perjalanan tersesat di dalam hutan. Kami langsung mengiyakan penawaran pengurus guesthouse kepada kami. Kami mendapat dua kamar (satu kamar double dan satu kamar single) dengan breakfast untuk tiga orang seharga 250,000 saja! Kami langsung mengiyakan, masuk ke kamar masing-masing, mandi, dan langsung tertidur pulas saking capeknya.

Guesthouse di Tumpak Sewu

Saya akan memberikan review singkat untuk guesthouse yang kami tempati kali ini. Lokasinya sangat strategis, bersebelahan dengan pintu masuk ke Tumpak Sewu. Tinggal ngesot saja sudah sampai. Parkiran luas (tapi akses jalan masuk ke sini sangat kecil dan mudah terlewat). Kamar nyaman dan bersih. Kamar mandi dalam dengan air panas juga loh. Kita bisa minta air panas kalau ingin bikin kopi atau teh. Sarapan yang disediakan juga mumpuni. Bisa pilih antara nasi pecel atau nasi goreng. Overall, kami puas dengan guesthouse ini.

Link dan foto-fotonya bisa dilihat di sini.

Psst.. guesthouse ini juga pernah dikunjungi oleh Sam Kolder, salah seorang travel vlogger yang sangat terkenal.

Panorama

View dari titik panorama

Besok paginya setelah sarapan, kami masuk ke loket dengan membayar 10,000 per orang dan langsung menuju titik panorama Tumpak Sewu. Titik panorama ini terletak di seberang air terjun, yang langsung mendapatkan pemandangan air terjun Tumpak Sewu ini dengan view yang fantastis.

Tumpak Sewu ini adalah kumpulan dari beberapa air terjun kecil yang membentuk area setengah lingkaran. Sewu dalam bahasa Jawa artinya seribu. Artinya ada “ribuan” air terjun kecil yang berasal dari sungai atau mata air dari tebing. Titik panorama ini berada persis di seberang air terjun Tumpak Sewu ini, sehingga pemandangan yang dihasilkan juga luar biasa. Utuh dan menakjubkan!

Trekking ke bawah

Tidak puas hanya memandangi dari atas, kami bertiga memutuskan untuk trekking turun ke bawah, ke air terjunnya langsung! Perjalanan trekking ke bawah ini sama sekali tidak mudah. Setelah akses beberapa tangga yang sudah disediakan pengelola setempat, kami harus merangkak bebatuan menuruni sungai-sungai mini. Beberapa kali saya harus menjinjing sandal saya karena derasnya air dan takut sandal saya hanyut atau jatuh. Saya harus berpegangan erat-erat pada tali atau selusur tangga, dan turun dengan berhati-hati sekali karena sandal yang saya pakai licin. Tips: pakailah sandal yang nyaman yang memang untuk trekking. Jangan memakai sandal jepit!

Air Terjun Tumpak Sewu

Uncomparable Beauty

Tiba di bawah, untuk masuk ke area Tumpak Sewu kami harus membayar 10,000 lagi. Jangan lupa tiket masuk harus disimpan karena akan diminta ketika keluar area. Jadi jangan sampai hilang ya.

Melewati loket, kami masih harus menghadapi satu ujian lagi sebelum benar-benar tiba di bawah air terjun itu, yaitu menyeberangi sungai yang berarus cukup deras. Lagi-lagi saya harus menjinjing sandal saya dan menyeberangi sungai dengan berhati-hati sekali. Carilah area sungai yang tidak terlalu dalam airnya dan berhati-hatilah menyeberang.

Semua usaha ini terbayar lunas ketika kami sampai di bawah air terjun Tumpak Sewu ini. Benar-benar satu keajaiban yang tidak terlukiskan oleh kata-kata. Pemandangan yang kami dapatkan di bawah berbeda sekali dengan pemandangan yang kami lihat ketika di atas (di titik panorama). Air terjun ini terlihat besar sekali, luas sekali, dan sangat mencengangkan. Mungkin karena saat itu kami sudah berada di bawah, sehingga air terjun ini terlihat begitu magnificent! Begitu indah! Begitu luar biasa!

Saya benar-benar menyarankan untuk kalian menyempatkan diri turun ke area bawah Tumpak Sewu ini. Pemandangan dan pengalaman yang akan kalian dapatkan, sepadan dengan usaha menuruni ke bawah ini. Tapi tetap berhati-hatilah. Sebaliknya bagi anak kecil dan orang tua boleh puas memandangi air terjun ini dari titik panorama saja (karena terlalu berbahaya untuk turun). Usahakan datang pagi hari karena akses ke bawah tutup jam 3 sore. Oya, akses ke bawah juga ditutup ketika musim hujan ya karena aliran air sangat deras dan licin.

Gua Tetes dan Telaga Biru

Telaga Biru

Untuk naik ke atas, kami memilih rute lain yaitu dengan mendaki lewat titik Gua Tetes dan Telaga Biru. Lagi-lagi kami harus membayar 10,000 rupiah untuk akses ke sini. So, yeah… siapkan uang kecil kalian ya.

Lokasi berikutnya setelah membayar adalah Telaga Biru. Sesuai namanya, telaga ini ada persis di bawah air terjun kecil. Air di telaga ini bening, dan hanya setinggi lutut orang dewasa. Very safe. Kami menyempatkan diri berendam dan bermain air di telaga ini sebelum mendaki ke atas.

Perjalanan mendaki juga cukup ekstrim. Banyak percabangan di sini. Bahkan untuk menuju Gua Tetes sendiri cukup menantang. Akhirnya karena banyaknya pendaki yang berada di jalur sungai, kami memutuskan untuk skip Gua Tetes dan langsung kembali ke atas.

Uncomparable beauty

Tumpak Sewu

Tumpak Sewu in my humble opinion, adalah salah satu air terjun terindah yang pernah saya kunjungi. Di sini bisa langsung dapat beberapa titik yang indah dan sangat instagrammable. Pemandangan yang didapat dari titik panorama, akan berbeda dengan bila kita berada di bawah air terjun itu sendiri. Pengalaman luar biasa ketika mendaki turun (dan naik) akan terbayar dengan view luar biasa akan indahnya alam ciptaan Tuhan ini. Ambil waktu setidaknya setengah jam di bawah untuk meresapi keindahan alam yang tiada bandingannya ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tumpak Sewu, the uncomparable beauty