Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Pantai di selatan Malang

Liburan ala korona kali ini saya pergi bersama Lukman dan Sam, dua kawan traveler saya yang bulan November lalu kami pergi ke Turki bersama-sama. Demi “keamanan”, kami memutuskan untuk traveling secara aman dengan syarat-syarat yang kami tetapkan sendiri:

  1. Tidak join open trip atau tour. Hanya kami bertiga saja.
  2. Tes kesehatan minimal rapid test sebelum berangkat.
  3. Pakai mobil sendiri.
  4. Menyetir sendiri bergantian. Tidak sewa supir harian.
  5. Bukan hari libur, karena hari libur akan ramai (kami menghindari keramaian).

Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi pantai-pantai di Malang selatan dan air terjun Tumpak Sewu di Lumajang. Kami memutuskan untuk menginap satu malam saja di guesthouse di area Tumpak Sewu. Praktis itinerary kami cukup singkat:

Day 1: Berangkat pagi, menuju Malang selatan dan pergi ke 3 pantai, menginap di guesthouse Tumpak Sewu

Day 2: Trekking di air terjun Tumpak Sewu, pulang ke Surabaya

Pantai Balekambang

Pantai Balekambang

Tujuan pertama dari tiga pantai di selatan Malang yang akan kami kunjungi adalah pantai Balekambang. Perjalanan dari Surabaya memakan waktu sekitar 4-5 jam (karena kena macet juga). Sebelumnya kami mampir di Malang dan makan di Bakso President, salah satu kulineran di Malang yang legendaris. Saya mendapat giliran pertama menyetir. Kami berangkat jam 8 pagi, dan baru tiba di pantai Balekambang sekitar jam 12 siang.

Akses menuju Pura

Pantai ini cantik dan merupakan salah satu spot yang terkenal di Malang. Padahal itu hari biasa (bukan tanggal merah) tapi suasana pantai masih cukup ramai. Pantai ini salah satu spot foto pre-wedding yang terkenal di tahun 2010-an. Sekarang sudah ramai.

Tiket masuk 3 orang dan parkir adalah 55,000 rupiah dibayarkan di loket masuk. Setelah itu kami parkir dan langsung berfoto-foto berlatar pohon cantik dan karang-karang yang ada di sana. Kami juga mengunjungi pura Hindu yang berada di sana. Melewati jembatan yang selusurnya dicat putih, membuat kami serasa berada di Bali loh. Menurut penjaga warung setempat, pura itu merupakan spot wajib bagi orang Bali bila sedang mengunjungi Malang.

Pantai Goa Cina

Pantai Goa Cina

Berdekatan dengan pantai Balekambang, pantai Goa Cina ini terletak sekitar 20 menit saja dari pantai Balekambang. Pintu masuk pantai ini agak terselubung. Tapi untunglah ada papan penunjuk sehingga tidak terlewat. Kami membayar tiket masuk dan parkir di sini seharga 50,000 rupiah. Tapi untuk mengakses Puncak Dyana Goa Cina atau “area selfie laut lepas” ini kami dikenakan 10,000 lagi per kepala. Untuk masuk ke Goa Cina-nya sendiri juga masih harus membayar 5,000 lagi per orang.

Pantai ini indah dan cantik sekali. Saya sarankan untuk membayar dan naik ke Puncak Dyana, karena di atas sana kita bisa melihat pemandangan bebatuan, karang, dan panorama pantai secara utuh. Belum lagi ketika matahari sedang berada di ufuk barat, menciptakan warna langit kuning keemasan yang indah yang sayang sekali bila dilewatkan.

Untuk guanya sendiri… yah harus membayar 5,000 lagi. Bagi saya guanya sendiri juga sebenarnya tidak terlalu menarik….

Pantai Tiga Warna

Sebenarnya kami merencanakan untuk pergi ke pantai ketiga yaitu pantai Tiga Warna yang digadang-gadang keren dan indah banget dengan kombinasi tiga warna yang unik. Tapi ketika kami sampai di sana, ternyata loket sudah tutup karena sudah jam 5 sore. Tidak ada pengunjung yang boleh masuk lagi di luar jam operasionalnya. Alhasil, kami skip pantai ini dan langsung bertolak ke air terjun Tumpak Sewu.

Next on: Tumpak Sewu, air terjun dengan ribuan keajaiban

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pantai di selatan Malang