Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Petualangan di Belitung Selatan

Belitung Selatan

Bagian ketiga dari backpacker saya ke Belitung ini lebih ke perjalanan saya mengunjungi Belitung Selatan. Di Belitung Selatan hanya ada dua tujuan yang kami kunjungi. Kami berangkat ketika hari sudah siang dari Tanjung Pandan. Sebelumnya kami mampir dulu di Danau Biru atau yang disebut Danau Kaolin. Danau buatan ini merupakan sisa dari penambangan material kaolin. Pasir di sana berupa sejenis batu yang sangat menyilaukan bila berada di bawah terik matahari. Air danau ini juga berwarna biru turqoise yang sangat cantik. Kita hanya boleh melihat dari luar karena (mungkin) masih ada aktivitas pertambangan di sana dan akan sangat berbahaya bila orang sipil masuk.

Danau Kaolin

Perjalanan ke Belitung Selatan seperti biasa berjalan di atas aspal yang mulus dan kecil. Jalanan sepanjang perjalanan didominasi oleh pemandangan hutan dan pedesaan yang indah dan asri. Perjalanan ke selatan memakan waktu sekitar 1.5 jam. Cukup jauh memang tapi menyenangkan.

Pantai Penyabong

Tujuan pertama kami adalah Pantai Penyabong. Pantai ini menurut Choky bukan merupakan tujuan yang populer untuk turis domestik karena perjalanan yang jauh dan tujuannya hanya dua tempat. Bahkan ketika kami di sana, kami merupakan satu-satunya pengunjung di sana. Tidak ada orang lain di sini. Pantai ini sangat cantik sekali. Seperti pantai khas Belitung lainnya, lanskapnya didominasi oleh bebatuan granit yang besar-besar yang indah. Pemandangan laut yang menghampar cantik terlihat hingga horison. Kapal-kapal nelayan lalu lalang menuju laut lepas.

Dalam perjalanan pulang kami mampir di Batu Baginda. Batu granit raksasa ini terletak lebih tinggi dari daratan di sekitarnya sehingga terlihat menjulang tinggi dari kejauhan. Atas usul Edyta, kami akhirnya trekking masuk hutan dan mencoba naik ke atasnya.

Akses masuk Batu Baginda ini kecil dan agak tersembunyi. Dan lagi-lagi kamilah satu-satunya pengunjung di sana. Tidak ada orang lain di sana sama sekali. Untuk naik ke Batu Baginda, sebelumnya kami harus trekking masuk hutan yang menanjak sekitar 20 menit. Setelah trekking, tantangan selanjutnya adalah menaiki batu ini. Tersedia tangga kayu dan besi (literally tangga ladder, bukan tangga stairs) yang hanya muat untuk satu orang. Naiknya harus ekstra hati-hati dengan berpegangan pada tangga dan tali. Setelah menaiki tangga itu, kita harus menaiki batu itu dengan kecuraman 60 derajat. Yes! 60 derajat! Waktu naik saya sudah berpikir keras “Naiknya sih mudah. Turunnya gimana ya nanti?” Benar-benar mengerikan.

Di atas Batu Baginda

Tetapi ketika sampai di atas, sebuah pemandangan luar biasa terhampar di hadapanku. Seketika semua di sekeliling saya terlihat begitu kecil. Saya berdiri di atas sebuah batu yang sangat tinggi! Cantik sekali pemandangan yang terhampar di hadapan saya. Saya tidak berani berdiri terlalu dekat dengan bibir jurang. Kami berempat pun foto-foto sepuasnya di sana. Hanya Edyta, sang tante pemberani yang berani berdiri di bibir jurang dan melongok ke bawah. OMG, badan saya sampai geli-geli ngeri melihat Edyta begitu berani.

Dan kini saatnya tiba turun dari Batu Baginda. Sesuai dugaan, benar-benar mengerikan. Saya harus ekstra hati-hati, turun selangkah demi selangkah dan satu per satu memperhatikan ke mana kaki saya berpijak. Tidak ada pegangan di kiri dan kanan saya. Bang Choky turun duluan, disusul Edyta sang tante pemberani, kemudian saya, dan barulah Aldy. Turun dari batu itu sendiri benar-benar bikin sport jantung. Tapi syukurlah kami berempat bisa turun dengan selamat hingga ke bawah.

Perjalanan saya ke Belitung pertama kali ini benar-benar luar biasa. Saya bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata yang benar-benar favorit dan mengagumkan. Terima kasih kepada teman CS saya: bang Choky dan Aldy. Terima kasih juga untuk Edyta sang tante bule Jerman yang semangatnya luar biasa bahkan melebihi kita-kita yang jauh lebih muda. Belitung sebuah pulau yang indah dengan teman-teman baru yang luar biasa. Surely I will visit there again someday.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Petualangan di Belitung Selatan