Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Belitung Timur

Suasana Kota Tanjung Pandan

Belitung di hari ketiga ini, saya, Edyta, bang Choky, dan Aldy berencana untuk menyewa sebuah mobil dan pergi ke Belitung Timur dan Belitung Selatan. Cuaca musim hujan ini memang tidak terduga. Kadang di Belitung Barat hujan, di Timur malah cerah. Kadang sebaliknya. Jadi kami memutuskan untuk menyewa mobil saja agar perjalanan tidak terhenti karena hujan.

Perjalanan menuju Belitung Timur memakan waktu satu hingga satu setengah jam. Oh ya, salah satu hal yang membuatku kagum adalah pembangunan infrastruktur jalan di Belitung ini. Kini setiap kota sudah terhubung dengan jalan lintas kota yang mulus. Hebatnya lagi jalan-jalan ini mulus sekali. Ditambah lagi dengan tidak begitu banyaknya jumlah kendaraan yang melintas (baik motor maupun mobil) sehingga jalanan terasa sangat lengang dan nyaman. Menurut bang Choky, kontraktor untuk pembangunan dan pengaspalan jalan ini tidak main-main dan juga tidak terlibat korupsi dalam pembangunannya. Bahan yang digunakan adalah bahan yang bagus, bukan downgrade agar lebih murah dan menang tender dan lain sebagainya. Salut untuk pemerintah Bangka Belitung ini deh pokoknya..

Replika SD Laskar Pelangi

Di Belitung Timur tepatnya di kota Gantong ada beberapa tempat ikonik yang wajib dikunjungi. Di antaranya replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi. Bangunan ini dibuat menyerupai bangunan di filmnya. Oh ya, novel dan film Laskar Pelangi ini terkenal hingga luar negeri loh. Bahkan Edyta yang orang Jerman saja tahu tentang film ini karena pernah memenangi kontes film di Berlin katanya. Sehingga saya tidak perlu susah payah menjelaskan apa itu Laskar Pelangi (Rainbow Troops) kepadanya.

Interior replika sekolah

Selain SD replika itu, ada juga Museum Kata Andre Hirata (dalam bahasa Inggrisnya: Literature Museum). Tiket masuknya 50 ribu rupiah, dan dapet sebuah buku. Mahal sih, cuma ya udah nyampe sini jadinya bayar dan masuk deh. Isi museum ini sih menurutku kebanyakan tentang karya-karyanya bang Andre Hirata. Selain itu juga ada ruang galeri pencapaian novel Laskar Pelangi yang sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa (Korea, Arab, Inggris, Jerman, Italia, Mandarin, dan bahasa lainnya). Juga ada ruang tentang berbagai penghargaan yang diperoleh film ini.

Museum Kata Andre Hirata
Interior museum

Tak jauh dari sana, kita mengunjungi Kampung Ahok, atau lebih tepatnya Rumah Ahok. Di sini dijual berbagai macam jajan dan pernak-pernik khas pak Ahok seperti mug, madu, bahkan hingga fish skin ada yang merk Ahok loh.. Rumah orang tua pak Ahok tepat berada di seberangnya. Kami hanya boleh berfoto di depan pagar saja karena rumah itu memang masih ditempati oleh keluarganya pak Ahok.

Rumah Ahok

Sebenarnya masih ada satu lokasi yang hendak kami kunjungi yaitu Pantai Burung Mandi. Tapi karena keterbatasan waktu dan kami masih harus pergi ke Belitung Selatan, akhirnya kami sepakat skip pergi ke pantai ini dan langsung menuju ke Belitung Selatan.

Next on: Ada apa di Belitung Selatan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belitung Timur