Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Life of a Tour Leader

life of a tour leader header - www.jmswnr.com

Make living by traveling – hidup dari hasil traveling, adalah sebuah profesi yang akhir-akhir ini menjadi dambaan bagi sebagian besar orang khususnya generasi millenial. Harapan mereka adalah dengan berjalan-jalan, dibayari, dapat penghasilan pula. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui istilahnya. Maka banyak sekali kaum-kaum millenial ini berlomba-lomba mempercantik feed media sosial mereka untuk mendapat endorse menjadi seorang traveler. Padahal kenyataannya tidak semudah itu.

Kebetulan saja saya menjadi seorang tour leader (TL) freelance di salah satu agen perjalanan milik teman saya. Saya memang tidak bekerja full time sebagai seorang TL, namun saya tidak menampik kalau konsep jalan-jalan sambil bekerja itu menyenangkan. Inilah citra diri saya sebagai seorang tour leader di samping seorang backpacker. Pengalaman yang saya dapatkan ketika membawa identitas saya sebagai seorang TL tentu berbeda dengan ketika backpacker sendirian. Tapi tidak mengapa rasanya saya share di sini meskipun judul blog ini “Life of a Backpacker“.

Rombongan Dubai

Rombongan Dubai

Jadi ceritanya Desember 2018 kemarin saya dipercayakan oleh agen saya untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Dubai. Rombongan ini terdiri dari empat keluarga yang luar biasa ini berjumlah total dua puluh orang. Enaknya dari ikut tur (atau memimpin tur) adalah segala kebutuhan kita mulai dari itinerary, tiket pesawat, visa, dan akomodasi sudah disiapkan oleh agen perjalanan. Saya hanya perlu mendalami rute perjalanan, memastikan kebutuhan setiap keluarga terpenuhi, dan memastikan agar mereka tidak saltum (salah kostum) atau (contohnya) membawa charger dengan colokan yang salah.

Kami berangkat menuju dari Surabaya menuju Bandar Sri Begawan di Brunei Darussalam dengan menggunakan penerbangan pagi. Penerbangan lanjutan menuju Dubai adalah malam hari sehingga kami punya waktu hampir 18 jam transit di Brunei. Agen kami sudah mengaturkan untuk masuk dan mengunjungi salah satu negara terkecil di Asia Tenggara ini. Untuk cerita di Brunei nanti saya akan bikin postingan tersendiri yaa..

Fast forward, kami tiba di Dubai keesokan paginya. Di luar dugaan, ternyata bandara Dubai tidak semegah kedengarannya, bahkan cenderung di bawah ekspektasi saya sih.. Setelah bertemu dengan tour guide lokal, kami pun diantar untuk berkeliling kota Dubai dengan segala kemegahan dan kemewahannya.

Bersama tour guide Jepang

Bersama tour guide Jepang

Oya, sebenarnya apa sih bedanya seorang tour leader dengan tour guide? Jadi tour guide adalah orang lokal setempat yang menjadi pemandu bagi turis-turis yang berkunjung ke kota/negara mereka. Biasanya tugas mereka menjelaskan sejarah setempat, bangunan, kebiasaan setempat, dan lain sebagainya. Tour guide juga membantu turis dengan memberikan saran agar selaras dengan adat setempat.

Sedangkan tour leader lebih mirip ke arah representatif perusahaan (agen perjalanan) dari kota atau negara asal turis. Tugasnya adalah memimpin rombongan, memastikan agar setiap itinerary ditaati, dan menjembatani antara rombongan turis dengan tour guide. Kalau di dunia industri, lebih mirip mandor atau supervisor deh..

Lalu, seperti apakah pengalaman yang saya dapatkan selama berada di Dubai dan Brunei? Tunggu di postingan saya selanjutnya yaa…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Life of a Tour Leader