Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Cappadocia, Here I come!

Goreme Cappadocia 3 - www.jmswnr.com

Salah satu destinasi yang sejak dulu kuidam-idamkan adalah Cappadocia. Melihat foto-foto pegunungan cantik berwarna keemasan disinari matahari pagi, dihiasi latar ratusan balon udara di langitnya.. Benar-benar seperti destinasi khayalan. Tidak hanya saya, bagi Lukman dan Sam pun Cappadocia adalah destinasi yang sangat spesial bagi mereka. Ditambah lagi kami selalu dipanas-panasi oleh teman-teman sesama backpacker atau turis yang kami temui sepanjang perjalanan yang mengatakan “Cappadocia is very very beautiful! Unbelievable! You will never find such view elsewhere in the world!” Semakin penasaran lah kami.

Kami naik bus malam dari Denizli ke Goreme, Cappadocia. FYI, Cappadocia adalah nama semacam provinsi, bukan kota. Dalam Cappadocia ada beberapa kota, di antaranya Goreme, Nevsehir, Kayseri, dll. Goreme sendiri merupakan kota paling favorit sebagai tujuan wisata. (Kalau naik pesawat dari Istanbul, bisa memilih turun di Kayseri atau Nevsehir. Keduanya berjarak sama ke Goreme.)

Perjalanan naik bus malam dari Denizli jam 7 malam, dan akan tiba di Goreme jam 4.30 subuh. Setiap orang mendapatkan nomor tempat duduk masing-masing, dan boleh pindah-pindah dengan catatan kursi kosong tidak ditempati. Saya memilih tempat duduk dekat jendela dan mencoba untuk tidur. Bus akan berhenti beberapa kali di beberapa kota untuk cigarette break maupun toilet break. Kondektur bus akan menghidangkan kopi atau teh secara gratis setiap beberapa jam sekali. Ada pula air mineral kemasan yang bisa diambil secara gratis.

Quick Tips: Rupanya menaikkan kaki ke tempat duduk adalah hal yang sangat tidak sopan di Turki. Saya ditegur beberapa kali oleh kondektur karena menaikkan kaki saya ke kursi (kursi saya sendiri loh padahal). Orang Turki juga sangat hobi merokok. Setiap kali berhenti, lampu bus dinyalakan dan semua orang turun merokok. Sebaiknya bawalah syal atau masker mata untuk menutupi mata agar tidak terganggu ketika tidur.

Jam 3 subuh, bus berhenti di Konya untuk toilet break. Tapi saat saya mau turun ke toilet, saya baru menyadari kalau sol sepatu saya lepas! Lepas total! Ya ampun! Padahal saya tidak membawa sepatu lain! Belum lagi di Konya itu sedang hujan dan suhunya minta ampun dinginnya!

Sol sepatu lepas ditolong dengan sarung sepatu

Sol sepatu lepas tertolong dengan sarung sepatu yang saya bawa

Jam 4.30 kami tiba di Goreme dan turun di alun-alun. Kesan pertama: ya Tuhan, dingin sekali!!! Ini benar-benar lebih dingin dari Istanbul maupun Pamukkale! Napas kami sampai berasap. Lukman dan Sam sampai menggigil kedinginan. Mana sol sepatu saya lepas lagi. Untungnya bisa disiasati dengan memakai sarung sepatu. Di tengah kedinginan dan pagi buta, kami bertiga menyeret koper masing-masing dan mencari hotel yang sudah kami incar lewat Google Maps: Terra Vista Hotel.

Hotel Terra Vista - www.jmswnr.com

Setelah check-in hotel, kami  beristirahat sebentar di kamar (untungnya kamar untuk bertiganya kosong, dan staf hotel mengijinkan kami masuk ke kamar lebih awal tanpa extra charge). Kemudian sekitar jam 6 pagi, karena semua tidak bisa tidur lagi, kami memutuskan untuk pergi ke Sunset View Point. Jalan kaki hanya 10 menit dan (lagi-lagi) mengandalkan Google Maps. Setelah membayar karcis masuk TYL 3 per orang, kami jalan menanjak.. dan mulai terlihat pemandangan yang begitu menakjubkan!

Saya mempercepat langkah kaki saya menuju puncak dan…. tergambar sebuah pemandangan indah luar biasa yang selama ini saya lihat sebatas di foto saja!

Goreme Cappadocia 1 - www.jmswnr.com

Pemandangan bukit coklat keabuan dengan kota Goreme di bawahnya. Langit biru keemasan dengan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, dengan ratusan balon udara terbang di atasnya! Sebuah pemandangan yang tidak akan saya temui di mana pun selain di Goreme ini. Mungkin saat itu bila ada kamera yang menangkap ekspresi saya, ekspresi yang penuh takjub. Senyum tak henti-hentinya terukir di wajahku dengan mulut menganga karena takjub dan kagum. Saya terus berlari kesana kemari seperti seorang anak kecil sambil merekam keindahan ini di dalam memoriku. Inilah kebesaran Tuhan yang tiada taranya. Inilah Goreme. Akhirnya saya sampai juga di Cappadocia!

Goreme Cappadocia 2 - www.jmswnr.com

(Bersambung..)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cappadocia, Here I come!