Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Selcuk (Ephesus) yang historikal

Library of Selcus 00 - www.jmswnr.com copy

Library of Selcus

Lanjut dari cerita sebelumnya di Istanbul, kami kemudian memutuskan untuk mengunjungi Selcuk (atau nama lainnya: Ephesus, seperti Efesus pada Alkitab orang Kristen). Tempat ini penuh sejarah dan menjadi saksi 4 peradaban kuno: Byzantium, Yunani, Romawi, dan Ottoman. Selain itu Selcuk atau Ephesus menjadi salah satu tempat penting bagi Rasul Paulus menyebarkan Injil di masa kekristenan mula-mula.

Kami bertiga naik pesawat dari Istanbul menuju Izmir, naik Pegasus Airlines, dengan harga kurang lebih 200 ribu rupiah saja! Murah banget yah.. (Sebenarnya bisa dengan perjalanan darat, cuma kami akan kelelahan dan buang-buang waktu. Sedangkan pesawatnya tidak mahal.) Tiba di Izmir, sebenarnya kami hendak melanjutkan perjalanan kami sendiri menuju Selcuk tanpa bantuan tur. Tapi Lukman dan Sam membawa-bawa dua koper berukuran besar yang akan sangat merepotkan bila dibawa berkeliling, sedangkan kami tidak memutuskan untuk menginap di Selcuk jadi tidak booking hotel.

Mau tidak mau, kami ikut tur yang ditawari oleh salah seorang supir di sana. Setelah tawar-menawar yang cukup alot, akhirnya disepakati per orang 200 TYL (sekitar 500 ribu rupiah), sudah include minivan, tiket masuk ke beberapa tempat wisata, lunch, dan transfer ke stasiun/terminal/hotel, dan juga tentunya… toko wajib. Keuntungannya, kami tidak perlu repot-repot menyeret koper kemana-mana. Saya bahas satu per satu ya destinasinya.

House of Virgin Mary

House of Virgin Mary Selcuk 00 - www.jmswnr.com copyRumah ini terletak jauh di atas gunung yang jauh dari perkotaan. Di rumah inilah (konon katanya) pernah disinggahi oleh Bunda Maria (ibunda dari Yesus). Dan sejarah rumah ini bagaimana bisa ditemukan juga cukup unik. Jadi ceritanya, seorang biarawati (suster dari agama Katolik) yang bernama Anne Catherine mendapatkan penglihatan dalam mimpinya akan sebuah rumah. Beliau bisa mendeskripsikan dengan jelas posisi rumah ini, lengkap dengan pintunya yang menghadap mana. Padahal Anne Catherine ini tidak pernah menuju ke lokasi ini, bahkan beliau berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini. Dan juga ajaibnya lagi, konon katanya Anne Catherine ini juga buta! Kini, House of Virgin Mary ini dijadikan sebagai salah satu situs suci yang merupakan itinerary wajib bagi para peziarah yang mengunjungi Selcuk ini.

House of Virgin Mary 01 - www.jmswnr.com copy

Rumah ini hanya kecil saja. Bagian dalamnya disulap menjadi sebuah chapel. Terdiri dari dua pintu (satu pintu masuk dan satu pintu keluar), kemudian juga ada kolam pembaptisan di depan. Di bagian bawah setelah menuruni tangga, ada sebidang tembok yang digunakan untuk menggantungkan berbagai doa dan harapan. Kami bertiga menulis dan menggantungkan doa kami masing-masing, berdoa dengan harapan agar permintaan kami didengar dan dikabulkan oleh Tuhan.

House of Virgin Mary 02 - www.jmswnr.com copy

Ancient City of Ephesus

Library of Selcus

Library of Selcus

Salah satu destinasi wajib di Ephesus yang merupakan daya tarik ini. Di dalam reruntuhan kota yang pernah menjadi saksi dari kejayaan 4 peradaban di masa lampau (Byzantium, Yunani, Romawi, dan Ottoman) begitu banyak daya tarik sejarah yang (kalau saya ceritakan semua di blog ini) akan menjadi roman berseri sepertinya :). Jadi saya tulis beberapa elemen sejarah yang penting dan menarik yang ada di sini ya.

Di sini adalah satu-satunya tempat di Turki di mana kita bisa melihat berdirinya tiga macam tiang dari tiga peradaban masa lalu yang berbeda… dalam sebuah lokasi yang berdekatan. Sayangnya, ketika saya foto, saya tidak menyadari kalau kamera saya tidak ada memory card-nya sehingga fotonya tidak tersimpan.

Ruin - www.jmswnr.com copy

Kemudian juga ada sebuah batu yang terkesan seperti dicoret-coret anak kecil. Sebuah gambar ikan dan beberapa simbol lainnya. Ternyata itu merupakan kode rahasia dari perkumpulan orang Kristen awal mula-mula untuk memutuskan di mana mereka akan mengadakan perkumpulan hari itu. Dulu sebagian besar orang-orang menyembah dewa-dewi, sehingga mereka mengganggap orang Kristen yang menyembah Yesus yang sebagai Anak Allah adalah sebuah pengajaran sesat. Orang-orang Kristen ditangkap dan diasingkan, sehingga mereka ketika mengadakan perkumpulan mereka harus membuat kode rahasia. (Soal foto, lagi-lagi tidak terekam dalam memory card saya…)

Library of Selcus 01 - www.jmswnr.com copy

Ada juga ukiran dewi Nike. Yes, Nike, merek sepatu olahraga itu. Saya juga baru tahu kalau Nike adalah dewi kemenangan, kekuatan, dan kecepatan (goddes of victory, power, and speed) sehingga para olahragawan yang hendak bertanding selalu meminta penyertaan dewi Nike pada jaman itu.

Goddess of Nike - www.jmswnr.com copy

Dewi Nike

Kemudian juga ada sejenis bangunan kuil yang terdapat ukiran di ambang pintu yang bergambar Medusa, si rambut ular (ternyata mirip banget ya sama logo Starbucks 😁 ). Ada juga amphiteater yang besar yang ketika kami di sana sedang ada renovasi sehingga kami tidak boleh masuk ke dalamnya.

Gate of Selcus - www.jmswnr.com copy

Pintu dengan ukiran Medusa di atasnya

Tapi yang paling berkesan dan iconic banget adalah Library of Selcus. Bangunan yang dulunya perpustakaan ini berdiri tinggi dan megah. Gerbangnya saja sendiri super tinggi. Konon juga katanya di bawah perpustakaan ini ada terowongan menuju rumah pelacuran. Jadi orang dulu beralasan pergi ke perpustakaan untuk belajar, padahal aslinya… Tapi toh keberadaan terowongan ini tidak ditemukan hingga saat ini dan dianggap sebagai mitos belaka.

Temple of Artemis (or sort of..)

Temple of Artemis - www.jmswnr.com copyNamanya saja yang Temple of Artemis, kuil. Tapi kenyataannya jauh daripada itu. Yang bisa kita temukan hanya sebatang pilar raksasa yang masih berdiri di antara reruntuhan dan lapangan yang luas. Konon pilar yang masih berdiri ini merupakan peninggalan dari kuil pemujaan dewa Artemis.

Selanjutnya dari perjalanan kami di Ephesus, kami diajak makan siang ala orang Ephesus. Dan kemudian, seperti tur-tur lainnya, kami wajib mengunjungi toko wajib dan mendengarkan penjelasan mereka. Toko wajib yang kami kunjungi adalah toko karpet dan toko makanan oleh-oleh. Karpet Turki sendiri sangat mahal harganya karena ditenun dengan sutra dan tangan manusia (bukan mesin). Satu karpet ukuran kecil saja bisa sampai tiga puluh juta rupiah loh!

(Bersambung)

More stories about

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selcuk (Ephesus) yang historikal