Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Leh, Day 2

Himalaya Tirp

Bulan itu bulan Mei, di mana matahari bersinar cerah sepanjang hari di Leh, sebuah kota di ketinggian pegunungan Himalaya di India. Saya dan Lala bangun pagi-pagi dan bersiap-siap untuk menjelajahi kota Leh dan sekitarnya. Pagi itu saya dan Lala sama-sama menderita penyakit ketinggian (AMS) yang padahal sudah kami antisipasi. Kepala kami pusing, nafas pendek-pendek. Mau mandi pun ternyata tidak ada air panas (padahal hotel kami hotel terbaik di Leh). Kami pun memaksa mandi air yang dinginnya seperti air kulkas.

Tujuan kami selama hari kedua ini adalah seputaran kota Leh. Kami akan mengunjungi beberapa gompa (kuil Tibet), magnetic hill, sungai Indus, kuil Sikh, museum dan lain-lain. Berikut beberapa lokasi wisata di kota Leh yang akan kami kupas secara singkat.

Himalaya Trip with Buddhist monks

Thiksey Gompa, Shey Gompa, Hemis Gompa

Gompa artinya monastery (dalam bahasa Inggris), atau kuil Budha. Di Leh terdapat banyak gompa yang tersebar di penjuru Leh. Bahkan semua gompa ini tidak ada yang berdekatan. Secara umum, kuil Tibet memiliki kesamaan: sama-sama bangunan bersusun bertingkat yang dari satu gedung ke gedung lainnya harus naik tangga, arsitektur khas Tibet, kuil pemujaan agama Budha Tibet, dan terdapat roda keberuntungan di sepanjang jalan pintu masuk atau selasarnya. Roda keberuntungan yang bentuknya mirip lonceng kecil ini harus diputar searah jarum jam agar konon bisa membawa keberuntungan. Jangan diputer berlawanan arah jam karena bisa membawa kesialan.

Gompa di Leh memiliki kemiripan dengan Tibet asli. Bahkan biksu di sana pun berjubah merah marun dengan topi “mohawk” kuning khas Tibet. Dewa-dewi yang disembah pun sama. Bahkan mereka pun memuja Dalai Lama sebagai pemimpin agung mereka. Beberapa gompa boleh dikunjungi secara gratis, namun ada juga yang berbayar.

Shanti Stupa

Shanti StupaSebuah arca (lebih mirip monumen) yang dibangun di atas bukit di kawasan Chanspa di Leh. Karena terletak di atas bukit dan ketinggian, angin di sini lebih kencang dan hawanya sedikit lebih dingin. Namun berada di sini kita bisa menikati pemandangan kota Leh yang terhampar di bawahnya.

Magnetic Hill of Leh

Ada sebuah jalan di daerah Leh yang disebut Magnetic Hill (bukti magnet). Konon katanya daya magnet di kawasan itu sangat besar sehingga bisa menarik kendaraan naik. Ketika kami berada di sana dan mesin mobil dimatikan, tiba-tiba mobil kami bisa melaju di jalanan yang menanjak tanpa momentum apapun! Mobil kami perlahan-lahan melaju menanjak. Menurut guide kami, di daerah sana memang ada fenomena magnetic hill. Namun setelah kami browsing, ternyata jalanan yang menanjak tersebut sebenarnya adalah jalanan yang menurun, yang terlihat menanjak karena ilusi optik. Jadi tidak benar ada magnet di sana, hanya memang ilusi optik di sana membuat kami menyangka jalanan menurun adalah jalanan yang menanjak.

With the Sikh

Gurdwara Pathar Sahib – Sikh Temple

Selain agama Hindu, Budha, dan Islam, India juga banyak penganut agama Sikh. Agama yang mengharuskan pengikutnya untuk menutupi rambutnya (dengan ikat kepala atau sorban) ternyata juga memiliki sebuah kuil di Leh yang bernama Gurdwara Pathar Sahib. Kami pun diberi kesempatan untuk memasuki kuil ini.

Cukup deg-degan juga masuk ke kuil ini. Mulanya di pintu masuk setiap laki-laki dan perempuan diberi secarik kain kuning untuk diikatkan di kepala menutupi rambut kami. Kemudian kami masuk ke dalam kawasan kuil (yang dindingnya berhiaskan sejarah dari agama ini, yang agak sedikit….. horor menurutku). Sampai di ruang utama yang berisikan sebuah batu besar, kami diharuskan untuk berlutut dan menerima semacam “restu” sebelum memasuki altar utama. Kemudian kami diberikan semacam ketan untuk dimakan. Entahlah.. saya dan Lala hanya mengikuti saja dengan perasaan was-was kalau-kalau kami salah tingkah dalam ritual tersebut. Selesai satu putaran, cepat-cepat kami kembali ke mobil.

Indus River

Lembah Pertemuan Aliran Sungai Indus dan Zanskar

Tempat ini sangat indah. Terletak sekitar setengah jam perjalanan dari kuil Sikh, kami bisa melihat sebuah hulu pertemuan aliran antara dua sungai tersohor di India: Sungai Indus dan Zanskar. Kami tidak sempat turun ke bawah, jadi kami hanya melihatnya dari tepi jalan (jurang) di ketinggian.

Hall of Fame – Museum di Ladakh

Salah satu tempat yang paling menarik menurut saya adalah museum. Di museum segala sejarah bisa dipelajari dan dipahami, termasuk Hall of Fame di Ladakh. Museum ini sebenarnya lebih ke arah showcase kekuatan militer dan sejarah di Leh. Ternyata Ladakh (dan Jammu Kashmir) memiliki sejarah yang cukup kelam. Di masa lalunya sebelum menjadi bagian dari India, daerah ini pernah diperebutkan oleh India, Pakistan, dan China lewat berbagai peperangan dan aksi militer. Bahkan sampai saat ini Ladakh masih dijaga ketat oleh militer India (terbukti dari berbagai pos pemeriksaan ketika kita mengunjungi suatu objek wisata). Hall of Fame wajib dikunjungi bila Anda tertarik dengan sejarah Ladakh. Sayangnya tidak boleh mengambil gambar di sini sehingga tidak ada dokumentasi untuk interior museum ini.

Leh Ladakh

Pemandangan kota Leh dari ketinggian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leh, Day 2