Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Melihat seramnya (serunya) DMZ Korea Selatan

DMZ Korea

Sejak perang dunia kedua, semenanjung Korea terbagi menjadi dua negara: Korea Utara yang menganut paham komunis (karena pengaruh China dan Russia), dan Korea Selatan yang condong ke Amerika. Akibat perbedaan ideologi ini, terjadilah perang saudara. Maka tahun 1953, diadakan kesepakatan untuk membagi menjadi dua Korea pada daerah pada garis 38 derajat Lintang Utara. Daerah ini kemudian dikenal sebagai DMZ (demilitarized zone) atau daerah tanpa militer. DMZ ini adalah area selebar 4 kilometer dan terpampang sepanjang 250 kilometer yang merupakan perbatasan antara Korea Utara dan Selatan. Daerah ini adalah daerah tak bertuan (tidak dimiliki Korea Utara maupun Selatan) dan dalam pengawasan PBB. Secara diplomatis, keadaan kedua negara (Korea Utara dan Selatan) masih dalam keadaan perang. Itulah mengapa selalu ada tentara dari kedua belah pihak yang senantiasa berjaga-jaga, memata-matai, dan mencari kesempatan untuk menyerang.

Saya memang tertarik dengan sejarah. Di trip saya kali ini, saya berkesempatan mengunjungi DMZ ini. Untuk pergi ke DMZ disarankan untuk mengikuti tur yang disediakan hampir setiap hotel besar di Seoul. Paket yang ditawarkan pun cukup beragam, namun secara garis besar hanya ada dua rute saja: DMZ dan JSA.

DMZ Korea

Literally here!!

Pada rute DMZ, kita diajak mengunjungi desa Imjingak, melihat terowongan ketiga (3rd tunnel), Dora Observatory Tower, dan mengunjungi stasiun Dorasan. Sedangkan pada rute JSA (Joint Security Area) lebih menegangkan karena kita akan diajak pergi ke perbatasan langsung, melihat bangunan yang dijadikan tempat perundingan antara PBB – Korsel – Korut, jembatan Bridge of No Return, dan tempat insiden kapak (axe incident). Awalnya saya ingin rute JSA, namun rute ini ditutup untuk beberapa minggu karena kondisi Korut dan Korsel sedang panas. Akhirnya saya harus puas dengan rute DMZ.

Saya memesan rute ini lewat sebuah agen perjalanan yang saya temukan di internet (www.cosmojin.com). Rute DMZ untuk half day trip (tidak termasuk makan siang) adalah 55,000 won. Kita akan dijemput di hotel oleh agency masing-masing, kemudian berangkat bersama-sama menggunakan bus besar bersama dengan peserta dari agency lain, dan siang harinya semua peserta akan diturunkan di daerah City Hall ketika tur berakhir. Saya dijemput pukul 07.40 pagi. Di dalam mobil jemputan sudah ada 2 turis asal Iceland dan 1 turis asal USA. Kami diturunkan di Hotel President untuk berganti kendaraan dan berangkat bersama-sama dengan peserta dari agency-agency lain dengan bus besar.

Di dalam bus, sudah ada seorang tour guide orang Korea yang berbahasa Inggris. Namanya Han. Setiap peserta dibagikan nametag berwarna merah agar mudah dikenali. Untuk mempermudah, kami dipanggil dengan sebutan “Han’s Guests”. Maksudnya biar lebih mudah memanggil bila terpencar-pencar di daerah wisata nantinya.

Tour ke DMZ Korea

Dalam bus, Han juga menyebutkan nama kami satu per satu (sekalian absensi). Satu rombongan ini didominasi oleh bule-bule asal Eropa dan Amerika. Beberapa peserta ada yang dari Mesir, Hongkong, dan India. Herannya hanya saya sendiri yang berasal dari Asia Tenggara (dan Indonesia pula). Mungkin orang Indonesia tidak begitu tertarik dengan sejarah dan lebih memilih wisata shopping kali ya…

Di atas bus Han menjelaskan sejarah perang Korea, dan kisah tentang beberapa tempat yang akan kami kunjungi nantinya. Dia juga mengatakan beberapa larangan untuk mengambil foto di beberapa tempat, termasuk berfoto dengan tentara dan sebagainya. Di checkpoint nantinya akan ada tentara yang naik bus dan memeriksa paspor setiap orang. Wuih.. belum apa-apa sudah terasa ketegangan mau tur ke daerah ini. (Tapi rute DMZ ini masih mending. Dengar-dengar kalau rute JSA, peserta diminta untuk menandatangani persetujuan kalau daerah yang didatangi merupakan daerah berbahaya yang bisa menimbulkan luka bahkan kematian bila tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Hiiy.. serem ya.)

(Bersambung ke part 2)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Melihat seramnya (serunya) DMZ Korea Selatan