Life of a Backpacker

A Journal of James Winner

Mudah membuat e-visa India

with Indian family

Sebenarnya ide untuk pergi ke India sudah tercetus mulai dari dua tahun lalu. Barulah akhir tahun 2016 kemarin, ketika saya iseng-iseng memposting “Looking for travel partner” di instagram saya, barulah menemukan teman jalan untuk pergi ke India ini.

Untuk mengunjungi India maka hal pertama yang harus saya lakukan (selain membulatkan tekad dan membeli tiket pesawat) adalah mengurus visa. Mulanya saya ingin visa tempelan konvensional di paspor saya. Lumayan untuk koleksi visa dan menuh-menuhin paspor. Namun setelah saya tanya sana sini, ternyata untuk mengurus visa konvensional ini saya harus pergi ke Jakarta, butuh rekening koran, dan dokumen rempong lainnya. Hitung-hitung, tiket pesawat Surabaya-Jakarta pp cukup mahal hanya untuk sebuah idealisme kolektor. Akhirnya saya memutuskan untuk apply e-visa saja.

Website e-visa India

Website e-visa India

Cara apply e-visa ini cukup mudah. Tinggal masuk ke website https://indianvisaonline.gov.in/evisa/Registration dan daftarkan diri kamu. Beberapa keperluan e-visa India yang harus dipersiapkan sebelum apply e-visa ini adalah:
1. Pas foto ukuran 5 cm x 5 cm dengan background putih, tanpa bayangan, tanpa memakai kacamata, dan rambut tidak boleh menutupi telinga. Siapkan juga file pas foto ini dalam format JPG dengan ukuran maksimal 1 Mb yang akan diupload ketika apply e-visa.
2. Scan paspor halaman depan (lengkap dengan foto dan segala informasi paspor) dan juga halaman yang ada tanda tangannya. Scan ini harus diconvert ke dalam format PDF. Bila kamu scan paspor ini dalam format JPG, bisa mengubahnya ke dalam format PDF di website ini www.pdfonline.com/convert-jpg-to-pdf/. Ingat, ukuran maksimal 300 kb.
3. Alamat hotel yang akan ditempati. Pastikan kamu sudah book paling tidak satu hotel di kota tujuan untuk bisa menuliskan alamatnya ketika apply e-visa ini.
4. Tiket pesawat pulang pergi. Ini untuk informasi kamu masuk lewat airport kota mana, dan pulang lewat kota mana. (Contohnya saya masuk lewat Delhi dan pulang lewat Kolkata.)
5. Kartu kredit untuk membayar biaya e-visa.
6. Paspor yang masih valid paling tidak 6 bulan sebelum keberangkatan.

Setelah semua dokumen ini lengkap, silakan ikuti step by step aplikasi e-visa online ini. Di akhir registrasi, kamu akan diberikan nomor registrasi. Catat dan simpan nomor ini baik-baik. Nantinya akan digunakan untuk membayar ongkos e-visa ini dan juga mengecek status permohonan.

e-visa

ETA e-visa India via email

Biaya pembuatan e-visa ini adalah USD 51,25 atau sekitar 700 ribu (kurs IDR 13,500) dan bisa dibayarkan menggunakan kartu kredit Visa atau Mastercard. Sifatnya non-refundable, artinya biaya ini tidak bisa dikembalikan apabila visa ditolak.

Masa kerja (menurut pengalaman) hanya satu hari. Malam ini saya apply, besok malam sudah terima emailnya. Cepat sekali. Jangan lupa download dan print semua bukti dokumen dan emailnya, terutama dokumen ETA (Electronic Visa Authorization) dan e-visa application form. Jangan lupa juga bawa pas foto ukuran 5×5 cm beberapa lembar untuk jaga-jaga. Semua dokumen ini akan diverifikasi ketika kamu tiba di bandara India (antrilah di bagian e-visa), dan paspormu akan diberi stempel dan itu artinya kamu sudah bisa masuk India. Yay! Mudah bukan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mudah membuat e-visa India